Deontay Wilder Siap Wujudkan Duel Lawan Oleksandr Usyk untuk Sempurnakan Warisan Karier Tinjunya
Oleksandr Usyk tak mau lagi duel lawan Tyson Fury. (Foto: Instagram @usykaa)
KORANPLUS.COM — Penguasa tinju kelas berat, Oleksandr Usyk, memilih untuk mengakhiri masa kejayaannya sebagai juara dunia. Kendati demikian, petinju asal Ukraina tersebut dipastikan akan bertarung satu kali lagi sebelum benar-benar gantung sarung tinju dari olahraga yang telah membesarkan namanya.
Kubu Usyk secara tegas juga menutup pintu untuk kesepakatan laga trilogi melawan Tyson Fury di sisa akhir kariernya.
Sergey Lapin, CEO dari perusahaan promosi milik Usyk, Ready To Fight, mengatakan kepada Sky Sports: “Saya benar-benar tidak melihat banyak gunanya lagi (melawan Fury). Oleksandr sudah mengalahkan Tyson Fury dua kali dan menjawab setiap keraguan di atas ring.”
“Saya yakin babak itu sudah tertutup, dan hari ini pertarungan tersebut tidak lagi membawa tingkat ketertarikan yang sama bagi publik,” tambah Lapin.
Pertarungan perebutan gelar juara dunia terakhir Usyk adalah saat menghadapi bintang kickboxing, Rico Verhoeven. Meskipun kemenangan TKO telat yang diraih Usyk sempat memicu banyak perdebatan, laga ulang (rematch) melawan Verhoeven dinilai sangat kecil kemungkinan untuk terwujud.
“Itu mungkin saja terjadi. Tapi sejujurnya, saya tidak yakin itu adalah pertarungan yang dicari para penggemar saat ini,” kata Lapin.
Sebaliknya, Usyk sebelumnya sempat menyatakan ketertarikannya untuk menghadapi Deontay Wilder, mantan juara dunia kelas berat yang sangat populer asal Alabama, Amerika Serikat. Duel melawan Usyk juga menjadi salah satu target utama yang diincar Wilder sendiri.
Duel antara Usyk vs Wilder kemungkinan besar akan dipentaskan di Amerika Serikat. Kendati begitu, Usyk masih menyimpan impian besar untuk bisa bertinju satu kali terakhir di tanah airnya, Ukraina. Hal tersebut menjadi misi yang mustahil bagi mantan peraih medali emas Olimpiade dan juara sejati itu sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
“Arab Saudi dan Amerika Serikat sama-sama merupakan tempat yang luar biasa untuk menggelar acara-acara besar. Namun, jika kita berbicara tentang sebuah impian, itu tanpa diragukan lagi adalah Ukraina,” tutur Lapin.
Kini, setelah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petinju terbesar sepanjang masa, Usyk telah memenangkan setiap gelar utama dalam olahraga ini, baik di level amatir maupun profesional. Dia pun mulai merencanakan masa depan di luar tali ring tinju.
“Keluarga akan selalu menjadi yang utama bagi Oleksandr. Setelah kariernya berakhir, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang tercinta, terus membantu Ukraina, berkontribusi pada pengembangan olahraga di negaranya, dan menciptakan peluang bagi generasi atlet Ukraina berikutnya,” jelas Lapin. “Misi itu sama pentingnya bagi dia seperti semua yang telah dia capai di dalam ring.”
Komentar Wilder Mengenai Usyk
Sebelumnya, Deontay Wilder sempat membeberkan kepada Sky Sports alasan mengapa dirinya sangat ngebet untuk bertarung melawan Usyk.
“Dia adalah salah satu yang terbaik di era ini. Saya sangat membutuhkan dirinya untuk mencapai apa yang harus saya capai dalam karier saya,” kata Wilder.
“Duel ini bisa terjadi dan pasti akan terjadi. Selama saya memiliki kepercayaan diri untuk melakukan apa yang harus saya lakukan, laga ini akan terwujud. Saya harus menyelesaikan apa yang telah saya tetapkan sejak awal karier saya,” pungkas Wilder optimistis.***