Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Enim Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

 Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Enim Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup

MUARA ENIM, KORANPLUS.COM – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Gibran Farelio (12), siswa kelas VI SD yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Enim, Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Selasa (28/7/2026).

Korban ditemukan pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 17.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung di pinggir Sungai Enim, tepatnya di kawasan Lesehan Desa Keban Agung, sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Setelah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban.

“Atas nama keluarga besar Basarnas, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Raymond.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama selama proses pencarian.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR secara resmi kami nyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” tambahnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, Damkar, PT Bukit Asam (PTBA), PT Pama, PT SBS, relawan, serta masyarakat yang sejak awal turut membantu proses pencarian.

Basarnas mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga proses pencarian dapat berjalan dengan baik hingga korban berhasil ditemukan.

Selain itu, Basarnas kembali mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun perairan lainnya. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka mandi atau berenang tanpa pendampingan.

Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat yang membahayakan jiwa manusia diimbau segera menghubungi Basarnas melalui layanan darurat 115 atau Kantor SAR terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *