Madrid Bungkam Inter, 2 Blunder Nerazzurri Bikin Petaka
Blunder Inter Jadi Hadiah Bagi Madrid, Los Blancos Menang 2-1. Foto: realmadrid.com
KORANPLUS.COM – Real Madrid sukses mengawali kiprahnya di ajang Liga Champions Eropa dengan hasil manis. Menjamu juara Serie A, Inter Milan, Los Blancos memetik poin penuh lewat kemenangan 2-1, dalam laga yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Rabu (9/9) dini hari WIB.
Kylian Mbappe dan Federico Valverde menyumbang gol bagi tuan rumah di babak pertama. Sementara tim tamu hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Carlos Augusto pada menit ke-77.
Baik Madrid maupun Inter sama-sama menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak menit awal. Pertandingan pun berjalan menghibur, dengan jual beli serangan yang dilancarkan oleh kedua tim.
Inter mengancam lebih dulu pada menit ke-3. Sepakan Marcus Thuram masih mampu di halau kiper Thibaut Cortouis. Sepuluh menit berselang, giliran Lautaro Martinez yang memiliki peluang. Namun, lagi-lagi Cortouis masih sigap di bawah mistar gawang.
Madrid sukses mencetak gol pembuka di menit ke-14. Kesalah kordinasi pemain Inter dimanfaatkan Brahim Diaz yang menyodorkan bola kepada Kylian Mbappe. Dengan tenang, Mbappe melepaskan sepakan mendatar yang bersarang di tengah gawang Inter.
Tertinggal satu gol, Nerazzurri coba membalas. Pelanggaran terhadap Lautaro Martinez membuat Inter dihadiahi tembakan bebas. Hakan Calhanoglu mengeksekusi, bola susah payah berhasil ditepis Courtois.
Inter lagi-lagi membuat kesalahan, yang kali ini dilakukan Josep Martinez. Terlalu lama menguasai bola, membuat Valverde berhasil merebutnya dan menceploskan ke gawang yang kosong. Skor 2-0 untul Madrid bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Gol balasan bagi Inter akhirnya lahir di menit ke-76. Lautaro Martinez mengirim umpan ke tengah kotak penalti yang disambar Augusto. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Usai pertandingan, pelatih Inter, Christian Chivu lebih mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang dinilai berani meladeni permainan Madrid, disbanding menyoroti dua kesalahan fatal yang berujung gol.
“Saya tidak marah; saya senang dengan keberanian dan karakter yang kami tunjukkan, serta cara tim bangkit dari situasi sulit. Bagi saya, yang terpenting adalah reaksi terhadap kesalahan tertentu, bahasa tubuh, dan keyakinan terhadap apa yang sedang dilakukan.”
Kami sadar akan kualitas lawan dan kemungkinan terjadinya kesalahan. Kami tidak bermain pasif atau sekadar menunggu; kami berani meladeni permainan Real Madrid secara terbuka, dan itulah performa yang saya garis bawahi dari pertandingan ini.” Ujar Chivu di laman resmi Inter.
Sementara itu Jose Mourinho menilai pertandingan melawan Inter berjalan di luar kendali kedua tim.
“Itu adalah pertandingan yang gila, dan saya tidak menyukai kegilaan semacam itu. Saya lebih suka mencetak 5, 6, atau 7 gol dengan kendali penuh, tanpa harus bergantung pada performa luar biasa dari kiper.” Kata Mourinho.