Women’s Pro Futsal League 2026 – Tensi Gila Pekan 6: Diwarnai Kartu Kuning Cepat, Taktik Coach Matheus Balubun Runtuh di Tangan Netic Ladies
Netic Ladies FC sikat Capybara Angel di Sukoharjo. (Foto: KFI)
KORANPLUS.COM – Kompetisi kasta tertinggi futsal wanita, Women’s Pro Futsal League (WPFL) 2026, terus menyajikan laga yang memacu adrenalin. Menjadi partai penutup yang mendebarkan di Pekan 6, Senin (25/5), GOR Bung Karno Sukoharjo menjadi saksi bisu pertarungan sengit saat Netic Ladies FC (NTC) sukses menumbangkan Capybara Angel (CBA) dengan skor tipis 2-1 melalui drama pembalikan situasi yang luar biasa.
Sejak peluit pertama ditiupkan wasit Anil Mafaza, intensitas pertandingan langsung berjalan sangat ketat dan dalam tempo tinggi. Kedua tim memperagakan permainan saling serang yang keras.
Kerasnya pertandingan memaksa wasit bertindak tegas dengan mengadiahkan kartu kuning menit 9 kepada pemain Capybara Angel, Valencia Cessa Antogia.
Meski sempat diganjar kartu, Valencia sukses membayar kesalahannya dengan mencuri keunggulan lebih dulu lewat sepakan terukur yang merobek jala Netic Ladies FC menit 15. Skor 1-0 untuk CBA.
Skuad NTC yang tertinggal langsung menaikkan serangan demi mencari gol penyeimbang. Namun, rapatnya barisan pertahanan Capybara Angel membuat keunggulan 1-0 bertahan hingga waktu turun minum.
Memasuki paruh kedua, skuad Netic Ladies FC tidak memiliki pilihan lain selain tampil habis-habisan. Mereka meningkatkan daya gedor demi membongkar taktik bertahan yang diterapkan oleh pelatih Capybara Angel, Matheus Iserhaler Balubun.
Upaya pantang menyerah tersebut membuahkan hasil manis. Pada menit 26, sang kapten andalan, Dhea Febrina Bangun, sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1. Gol ini seketika membakar kembali moral dan semangat juang skuad NTC.
Momentum kebangkitan sepenuhnya berada di tangan Netic Ladies. Memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, Agnes Matulapelwa berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang CBA sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 di menit 31.
Di sisa waktu pertandingan, Capybara Angel berupaya keras memberikan respons balik, namun solidnya koordinasi antar lini Netic Ladies membuat tidak ada gol maupun kartu peringatan tambahan yang tercipta hingga laga usai. Kemenangan dramatis 2-1 resmi menjadi milik Netic Ladies FC.
Sementara penampilan brilian serta kepemimpinan yang luar biasa dari sang kapten, Dhea Febrina Bangun, menjadikannya mutlak dinobatkan sebagai pemain terbaik (Women of the Match) di laga ini. Gol penyeimbang yang ia cetak terbukti menjadi katalisator krusial yang membangkitkan mental bertanding rekan-rekannya dari keterpurukan.
Tambahan tiga poin penuh dari kemenangan dramatis ini sangat vital bagi Netic Ladies FC untuk terus merangsek naik dan menjaga asa mereka dalam persaingan papan atas klasemen sementara WPFL musim 2026.***