Sementara Canelo Alvarez Menyesali Keputusan Duel Tanpa Klausul Rematch, Terence Crawford Asyik Menikmati Masa Pensiun

 Sementara Canelo Alvarez Menyesali Keputusan Duel Tanpa Klausul Rematch, Terence Crawford Asyik Menikmati Masa Pensiun

Canelo Alvarez sesalkan tak ada klausul rematch di kontrak duel dengan Terence Crawford. Foto: ig @canelo

KORANPLUS.COM – Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. Itulah yang dirasakan Saul Canelo Alvarez saat ini menyusul kekalahannya dari Terence Crawford pada September 2025 -kekalah yang menyebabnya kehilangan gelar menengah super WBA, WBC, IBF, dan WBO.

Begitu yakin bakal menang atas Crawford yang naik dua kelas untuk menantangnya, Canelo tak memasukkan klausul rematch dalam kontrak duel mereka.

Segera setelah pertarungan, banyak pihak menilai duel ulang adalah opsi paling masuk akal, mengingat sang mantan juara pasti terpacu oleh dendam kekalahan.

Namun duel itu tak pernah terwujud. Crawford justru memilih untuk mengosongkan sabuk gelarnya dan pensiun dari dunia tinju dengan rekor tak terkalahkan yang sempurna.

Bagi Alvarez, tidak adanya klausul itu adalah kesalahan terbesarnya, tetapi ia masih berharap Crawford mau kembali naik ring untuk melakoni pertarungan ulang.

Ia menjelaskan: “Tidak, pertarungan ulang tidak pernah dibahas saat itu.”

“Itu adalah kesalahan dari pihak saya karena tidak menandatangani klausa rematch. Seorang juara bertahan harus selalu memasukkan klausa tersebut, dan karena alasan tertentu saya tidak melakukannya. Tapi saya percaya segala sesuatu terjadi karena suatu alasan.”

“Saya berharap pertarungan ulang bisa terwujud. Jika tidak, ya tidak apa-apa—kami harus tetap melangkah maju, bukan?”

“Saya terkejut [dia pensiun tanpa duel ulang]. Sebagai petinju, Anda pasti menginginkan rematch untuk membuktikannya kembali, dan saya selalu tampil bagus di pertarungan ulang saya. Jadi itu sangat mengejutkan saya.”

“Namun ya begitulah adanya. Ini hidupnya, kariernya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya punya firasat dia akan kembali bertarung lagi, tetapi kita harus menghormati keputusannya. Jika dia sudah mundur, ya mundur, kan? Tapi saya berharap dia tidak pensiun.”

Pertemuan kedua mereka sebenarnya berpotensi menjadi ladang uang raksasa menyusul sukses besarnya duel perdana secara komersial. Namun, peluang itu kini makin menjauh seiring Crawford yang tampak sangat menikmati kehidupannya di luar ring tinju.

Alvarez kini memilih fokus untuk merebut kembali sabuk gelarnya lewat cara yang keras, di mana duelnya melawan juara WBC, Christian Mbilli, pada 31 Oktober sudah menanti di depan mata.

Sementara itu bagi Crawford, ia kini menikmati masa pensiunnya dengan bahagia. Setelah peluang bertarung melawan Janibek Alimkhanuly di kelas menengah batal, ia merasa makin mantap dengan keputusan gantung sarung tinju.

Meski kini sudah tak berminat melakoni duel ulang dengan Canelo, petinju berusia 38 tahun tersebut menegaskan bahwa ia sebenarnya akan menghormati klausa tersebut jika memang ada sejak awal.

Ia mengatakan: “Duel ulang dengan Canelo sudah tertutup.”

“Sebab tidak ada klausa rematch di dalamnya. Seandainya klausa pertarungan ulang itu ada di dalam kontrak, saya pasti akan menghormatinya.”***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *