Ditolak Menikah Hingga Diancam, Begini Liarnya Masa Lalu Sarah Ferguson Sebelum Dipinang Pangeran Andrew

 Ditolak Menikah Hingga Diancam, Begini Liarnya Masa Lalu Sarah Ferguson Sebelum Dipinang Pangeran Andrew

KORANPLUS.COM – Sebuah kisah syur dari masa-masa mantan Duchess of York saat berkecimpung di arena balap Formula One (F1) kembali mencuat ke permukaan menyusul kematian kekasih lamanya, Paddy McNally.

Jauh sebelum bertemu Pangeran Andrew, Sarah Ferguson adalah sosok wanita muda kelas atas yang selalu berada di samping pengusaha F1, Paddy McNally. Ketika gagal meraih kesuksesan di lintasan balap, McNally dengan cerdik beralih ke bisnis hospitality F1 dan berhasil membangun kekayaan yang diperkirakan mencapai 600 juta pounsterling (sekitar Rp12,5 triliun) saat ia tutup usia.

Keduanya berpacaran antara tahun 1982 hingga 1985. Meskipun telah berpisah, Sarah tetap menjalin hubungan sangat baik dengan mantan kekasihnya yang dijuluki ‘The Toad’ (Si Katak) tersebut. Menurut mantan juara dunia F1 James Hunt, selama tiga tahun bersama, kehidupan seksual mereka terbilang sangat bergairah.

Kesaksian James Hunt: ‘Wanita Paling Berisik’

Kehidupan seksual James Hunt sendiri adalah sebuah legenda—ia pernah mengklaim telah meniduri lebih dari 5.000 wanita, termasuk 33 pramugari British Airways hanya dalam kurun waktu dua pekan. Namun, menurut Hunt, tidak ada yang bisa menandingi suara desahan Sarah Ferguson.

McNally sempat bekerja sebentar sebagai asisten sang juara dunia 1976 tersebut—meski Hunt menjulukinya sebagai ‘si spekulan’—dan sekali dua kali mereka memesan kamar hotel yang bersebelahan.

Menulis di Daily Mail, Caroline Graham mengungkapkan:

“James memberi tahu saya bahwa dia bernasib sial karena harus menginap di kamar hotel persis di sebelah kamar Fergie (Sarah Ferguson) dan kekasihnya selama salah satu seri balapan musim itu. Dia menggambarkan Fergie sebagai ‘wanita paling berisik yang pernah saya dengar’.”

“Dia sangat marah karena jeritan hasrat Fergie membuatnya terjaga sepanjang malam,” tambah Caroline. “James suka berteriak: ‘Oh Paddy! Oh Paddy!’ setiap kali Fergie lewat di depannya. Beruntung, Fergie menanggapinya dengan santai dan menganggapnya sebagai lelucon.”

Ultimatum Menikah dan Rahasia ‘Istana Kokain’

Sarah pertama kali bertemu dengan ‘si spekulan’ F1 tersebut saat bekerja sebagai pengasuh untuk kedua putra McNally, Sean dan Rollo. Meski usia McNally 22 tahun lebih tua, Sarah dilaporkan sangat bermimpi untuk memikahinya. Namun, harapan itu pupus ketika McNally menolak ultimatum yang diberikan Sarah pada GP Italia 1985.

Setelah Sarah menuntut, “Nikahi aku atau kita putus,” Hunt memberi tahu Caroline: “Tentu saja, Paddy lebih memilih ‘Atau kita putus’.”

Meski demikian, hubungan mereka berakhir secara baik-baik.

“Paddy selalu menjaga Sarah, dan beberapa kali selama empat dekade terakhir, Sarah memang sangat butuh perlindungan,” ujar seorang sumber kepada The Sun. “Paddy tidak pernah mencampakkannya dalam hidup, bahkan di hari-hari terakhirnya, ia mengizinkan Sarah berlindung di rumahnya di Verbier.”

Chalet ski terkenal milik McNally di Swiss itu dikenal oleh orang-orang dalam dengan sebutan “The Cocaine Castle” (Istana Kokain).

Sarah sendiri pernah berkata tentang sang mantan: “Dia mengajari saya banyak hal tentang hidup. Setiap kali membutuhkan saran, saya selalu berpaling kepadanya karena dia sangat berpengalaman. Dia seolah telah melihat dan melakukan semuanya.”

McNally sangat menghargai Sarah karena koneksi kerajaannya—ayah Sarah adalah manajer polo, awalnya untuk Duke of Edinburgh dan kemudian selama bertahun-tahun untuk Charles, Prince of Wales (yang kini menjadi Raja Inggris).

Hanya beberapa bulan setelah berpisah dari McNally, koneksi kerajaan Sarah menjadi jauh lebih kuat ketika ia bertemu Pangeran Andrew—yang saat itu merupakan pria paling idaman di Inggris sebagai pewaris takhta urutan kedua sekaligus pahlawan perang sejati.

Sarah dan Pangeran Andrew resmi menikah pada 23 Juli 1986 di Westminster Abbey, London, tak lama setelah Sarah berpisah dari McNally.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua putri, yaitu Putri Beatrice dan Putri Eugenie, sebelum akhirnya resmi bercerai pada 1996.

Sumber Daily Star

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *