Diklat SPPI 2026 Resmi Ditutup, 913 Peserta Dibekali Kepemimpinan dan Bela Negara
0-4608×2592-0-0-{}-0-24#
MARTAPURA, KORANPLUS.COM – Sebanyak 913 peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) resmi menuntaskan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI, Jumat (31/7/2026).
Selama mengikuti pendidikan, para peserta menerima pembekalan komprehensif yang meliputi penguatan karakter, kepemimpinan, disiplin, wawasan bela negara, hingga kemampuan manajerial, kerja sama tim, pengelolaan organisasi, dan tata kelola koperasi.
Komandan Puslatpur Kodiklat TNI, Brigjen TNI Polsan Situmorang, menegaskan bahwa semangat bela negara menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan. Menurutnya, bela negara tidak hanya diwujudkan melalui tugas militer, tetapi juga lewat dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan pekerjaan.
“Bela negara merupakan tanggung jawab kita semua. Bela negara bukan berarti harus mengangkat senjata. Bekerja secara profesional sesuai bidang tugas juga merupakan bagian dari bela negara,” ujarnya.
Brigjen Polsan menjelaskan, seluruh peserta akan ditempatkan di wilayah asal masing-masing untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih. Oleh sebab itu, mereka dituntut memiliki karakter yang kuat, disiplin tinggi, serta jiwa nasionalisme agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat desa.
Pelatihan juga melibatkan berbagai kementerian dan instansi terkait, termasuk dinas yang membidangi koperasi dan UMKM. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai tata kelola koperasi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Brigjen Polsan menekankan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti proses belajar telah selesai. Seluruh ilmu, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama diklat harus diterapkan secara nyata ketika para peserta kembali ke daerah tugas masing-masing.
“Mereka diharapkan menjadi penggerak pembangunan yang dimulai dari desa sekaligus menjadi pelayan masyarakat. Apa yang diperoleh selama pendidikan harus dibawa dan diterapkan di tempat tugas masing-masing,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan para peserta selama mengikuti pendidikan. Menurutnya, disiplin, kekompakan, dan kepatuhan terhadap instruksi mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan saat awal mengikuti pelatihan.
“Perubahan itu bisa dilihat dari sikap mereka saat latihan baris-berbaris. Ketika diberikan perintah, mereka langsung sigap melaksanakan. Hal-hal seperti ini menunjukkan pembentukan karakter berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Diklat SPPI Tahun 2026, sebanyak 913 peserta diharapkan menjadi sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta semangat pengabdian untuk memperkuat pembangunan desa melalui pengelolaan koperasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tugas masing-masing. (ril)