SEA V CUP 2026 – Petaka di Dong Anh, Ditekan Ribuan Suporter Tuan Rumah, Indonesia Telan Kekalahan Kedua

 SEA V CUP 2026 – Petaka di Dong Anh, Ditekan Ribuan Suporter Tuan Rumah, Indonesia Telan Kekalahan Kedua

KORANPLUS.COM — Langkah Timnas voli putri Indonesia pada ajang SEA V Cup Putri 2026 putaran pertama kian terjal. Bertanding di Dong Anh Gymnasium, Hanoi, Sabtu (1/8), Skuad Merah Putih harus mengakui keunggulan tuan rumah Vietnam dengan skor 1-3 (25-20, 15-25, 19-25, 20-25).

Hasil pahit ini menjadi kekalahan beruntun bagi Indonesia setelah pada laga pembuka sebelumnya juga dipaksa takluk 1-3 dari Thailand.

Padahal, anak-anak asuh Marcos Sugiyama sejatinya membuka laga dengan sangat menjanjikan. Mengandalkan enam pertama yakni Namira Marandanti, Chelsa Berliana, Medi Yoku, Ersandrina Devega, Tisya Amallya, dan Arsela Nuari, Indonesia tampil percaya diri di tengah tekanan ribuan suporter lawan hingga mengamankan set pertama dengan keunggulan 25-20.

Inkonsistensi dan Tembok Kokoh Vietnam

Sayangnya, momentum emas itu gagal dipertahankan. Memasuki set kedua, Vietnam bangkit menggelegar melalui servis agresif dan pertahanan benteng blok yang sangat rapat. Serangan Indonesia dibuat frustrasi hingga tertahan telak 15-25.

Dominasi Vietnam kian tak terbendung di set ketiga. Kendati Sugiyama sempat menjajal rotasi dengan memasukkan pemain muda Venisa Dwi Oktaviani dan Syelomitha Wongkar di posisi opposite hitter, Vietnam terus memanen poin dari blok-blok mematikan. Set ketiga pun lepas dengan skor 19-25 untuk keunggulan tuan rumah 2-1.

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh, menyoroti masalah konsistensi dan eror fatal di momen krusial sebagai penyebab utama kekalahan ini.

“Timnas putri memulai pertandingan dengan baik dan berhasil memenangi set pertama. Namun, Vietnam tampil lebih konsisten pada set-set berikutnya, sementara Indonesia masih melakukan kesalahan sendiri pada poin-poin penting,” aku Luciana.

Eksperimen Posisi Medi Yoku Belum Membuah Hasil

Memasuki set keempat, pelatih Marcos Sugiyama melakukan perjudian taktik dengan menggeser Medi Yoku dari outside hitter menjadi opposite hitter, sementara posisi outside diserahkan kepada Putri Agustin. Rotasi pengumpan juga dilakukan dengan memasukkan Arneta Putri menggantikan Tisya Amallya.

Perubahan skema ini sempat menipiskan jarak angka menjadi 15-18. Namun, Vietnam yang tampil sangat dingin di poin-poin kritis tak memberi ruang bagi Indonesia untuk bangkit. Tuan rumah akhirnya mengunci set keempat dengan skor 25-20 sekaligus membungkus kemenangan 3-1.

Kekalahan ini bakal menjadi bahan evaluasi total bagi tim pelatih sebelum Skuad Merah Putih melakoni laga pamungkas putaran pertama melawan Filipina.

“Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk terus memperbaiki performa dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya melawan Filipina,” tandas Luciana.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *