Sakit Hati Dibuatkan Stiker WA, Pegawai Diskominfo Kukar Nekat Bawa 40 Liter Bensin dan Bakar Kantor!
Ruang kantor Diskominfo Kukar dibakar karyawannya sendiri karena kesal jadi bahan olokan. Foto: Instagram/damkarmatan_kukar
KORANPLUS.COM – Berawal dari candaan yang kelewatan di grup chat, aksi nekat justru terjadi di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Seorang pegawai berinisial MFA nekat membakar ruang rapat kantornya sendiri pada Selasa (11/8) pagi WITA.
Usut punya usut, tindakan ekstrem tersebut disinyalir dipicu rasa sakit hati mendalam. MFA diduga tak terima fotonya sering diambil secara diam-diam, disebarkan ke grup percakapan internal, dijadikan bahan olokan, hingga dijadikan stiker WhatsApp oleh rekan-rekan kerjanya.
Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, membenarkan adanya dugaan motif sakit hati dalam insiden tersebut.
“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker,” ungkap Elnath pada Rabu (12/8).
Aksi Terencana: Bawa Hingga 40 Liter Bensin
Insiden yang membakar salah satu ruang rapat di lantai 3 gedung Diskominfo Kukar ini rupanya bukan aksi spontan, melainkan telah direncanakan dengan matang. Pelaku yang bertugas sebagai operator call center tersebut sudah bersiap di lokasi sejak pukul 07.00 WITA, sebelum akhirnya melancarkan aksinya sekitar pukul 07.20 WITA.
Tak main-main, MFA bahkan telah menyiapkan puluhan liter bahan bakar untuk menghanguskan ruangan tersebut.
“Beli bensin Pertalite sekitar 30–40 liter untuk dibawa ke ruangan,” lanjut Elnath.
Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Dugaan Pemukulan
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan MFA di lokasi kejadian tanpa adanya perlawanan dari yang bersangkutan.
Di sisi lain, bersamaan dengan mencuatnya kasus ini, beredar pula video yang memperlihatkan dugaan pemukulan oleh sejumlah orang terhadap MFA sesaat setelah ia ditangkap. Mengenai hal itu, pihak kepolisian menyatakan masih fokus pada kasus utama pembakaran, namun tetap terbuka untuk mendalami informasi tersebut.
“Kalau pemukulan belum kami dengar. Masih fokus di pembakaran, misal ada mungkin karena emosi orang,” tambah Elnath.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif Polres Kukar. Polisi terus mengumpulkan alat bukti serta memeriksa saksi-saksi guna mengungkap secara pasti seluruh kronologi dan motif di balik aksi nekat ini.***