Back To Back! PSG Kunci Gelar Piala Super Eropa Kedua Beruntun

 Back To Back! PSG Kunci Gelar Piala Super Eropa Kedua Beruntun

PSG dominasi Eropa dua musim beruntun. Foto: uefa.com

KORANPLUS.COM – PSG kembali menjadi juara Piala Super Eropa usai mengalahkan Aston Villa 2-1. Ini menjadi gelar Super Eropa kedua beruntun untuk Les Parisiens. Meski kalah, Aston Villa tetap mencuri perhatian lewat aksi Brian Majo yang sukses memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda di Piala Super Eropa.

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih gelar juara Piala Super Eropa 2026, usai mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1, dalam laga yang berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.

Gol PSG dicetak lewat torehan indah Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-20, dan sepakan Desire Doue pada babak kedua. Sementara, Aston Villa hanya mampu membalas lewat gol talenta muda mereka, Brian Madjo.

Raihan juara Super Eropa, makin menegaskan dominasi PSG di sepak bola benua biru. Ini merupakan raihan kedua beruntun bagi pasukan Luis Enrique, mengikuti jejak AC Milan (1989-1990), dan Real Madrid (2016-2017).

Usai pertandingan, pelatih PSG Luis Enrique memuji mentalitas yang ditunjukkan para pemainnya, meski kondisi fisik tidak dalam kondisi prima, pasca libur musim kompetisi.

“Kami sudah tahu sejak awal bahwa pertandingan ini akan berjalan sengit. Namun, kami mampu tampil seperti itu karena para pemain menunjukkan kualitas dan ketangguhan mereka yang sesungguhnya. Kondisi fisik kami mungkin tidak dalam keadaan prima, tetapi sekali lagi, ini adalah bukti nyata dari DNA kami serta peran para penggemar yang telah membantu kami meraih trofi dan menjaga standar tinggi.” Kata Enrique dilansir dari laman resmi UEFA.

Meski kalah, Aston Villa tetap memberikan perlawanan sengit di partai puncak, terutama penampilan mengejutkan dari bomber muda mereka, Brian Majo. Pemain berusia 17 tahun itu, sukses catat sejarah sebagai pencetak gol termuda di ajang Piala Super Eropa.

Brian Majo memecahkan rekor Patrick Kluivert, saat cetak gol untuk Ajax di Piala Super Eropa tahun 1996 silam. Saat itu Kluivert berusia 19 tahun 220 hari. Aksi impresif Majo pun mendapat pujian dari kapten Villa, John McGinn.

“Dia benar-benar luar biasa. Sangat mudah baginya untuk merasa patah semangat setelah peluang-peluang yang terbuang, namun penyerang yang hebat akan terus menempatkan diri di posisi yang menguntungkan. Dia akan menjadi pemain penting bagi kami musim ini.” Ujar McGinn.

Pujian juga datang dari gelandang Villa asal Argentina, Emiliano Buendia. Menurutnya, Majo telah berkembang cepat, dan mampu berkolaborasi dengan pemain senior.

“Dia bekerja dengan sangat baik. Dia masih sangat muda, namun perkembangan yang dicapainya luar biasa. Dia benar-benar fokus dan bekerja keras, serta memanfaatkan pengalaman para pemain senior untuk belajar. Kami senang bisa membantunya.” Tutur Buendia.

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *