Misteri Air Sumur Hitam di PALI Belum Terungkap, Hasil Lab Masih Ditunggu

 Misteri Air Sumur Hitam di PALI Belum Terungkap, Hasil Lab Masih Ditunggu

PALI, KORANPLUS.COM – Misteri perubahan air pada sedikitnya 13 sumur milik warga di Desa Gunung Raja dan Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hingga kini belum menemukan titik terang.

Sejak pertama kali dilaporkan pada 15 Juli 2026, air sejumlah sumur warga berubah menjadi hitam pekat dan diduga menyerupai minyak mentah. Dua bulan berlalu, penyebab pasti kondisi tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta pengecekan dari pihak terkait.

Pantauan Redaksi Citra Sumsel di lokasi, Selasa (22/9/2026), kondisi air pada salah satu sumur milik warga bernama Aswan masih terlihat hitam pekat. Sumur tersebut berada di tengah perkebunan sawit.

Bau menyerupai minyak juga masih tercium di sekitar lokasi, meski menurut pantauan kondisinya tidak sekuat ketika pertama kali kejadian dilaporkan.

Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan verifikasi lapangan bersama perusahaan migas terkait.

Sekretaris DLH PALI, Bertha Haryanto, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian mengenai jenis dan sumber material yang menyebabkan perubahan kondisi air tersebut.

“Masih dicek kepastiannya. Pihak Medco masih memastikan minyak dan standar spesifikasinya ke laboratorium,” ujar Bertha saat dihubungi Redaksi Citra Sumsel, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, pemerintah belum dapat mengambil kesimpulan sebelum memperoleh data yang akurat dari hasil pemeriksaan.

“Kita pihak pemerintahan, belum bisa kasih keputusan sebelum ada data. Walaupun memang ada beberapa laporan masyarakat yang menyatakan dugaan akibat kebocoran pipa,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH PALI, Dr. Aryansyah, MT, mengatakan pihaknya telah menyurati SKK Migas untuk melakukan pengecekan terhadap lokasi sumur warga.

“Kami sudah bersurat ke SKK Migas untuk mengecek sumur. Surat dikirim sejak tiga hari yang lalu. Namun hingga kini belum ada respons,” ungkapnya.

Aryansyah menegaskan, pengecekan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber material yang menyebabkan perubahan air sumur warga. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan dan respons dari instansi terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Hingga saat ini, warga masih menunggu kepastian mengenai penyebab air sumur mereka berubah hitam. Hasil pemeriksaan laboratorium dan pengecekan teknis di lapangan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber pencemaran serta langkah penanganan yang harus dilakukan. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *