Yulius Sahruzah Beri Tausiyah di Rutan Prabumulih, Tekankan Pentingnya Keimanan dan Akhlak
PRABUMULIH, KORANPLUS.COM – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjen PAS) Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, memberikan penguatan dan tausiyah kepada warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih dalam kegiatan Sholat Jumat bersama yang berlangsung khidmat.
Dalam tausiyahnya, Yulius Sahruzah menyampaikan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta membangun akhlak yang lebih baik.
Ia mengajak warga binaan agar memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, meninggalkan perilaku negatif, dan menumbuhkan tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Manfaatkan masa pembinaan ini dengan sungguh-sungguh, perkuat keimanan, tingkatkan kualitas ibadah, dan jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk menata masa depan,” pesannya.
Selain memberikan tausiyah, Yulius juga memotivasi warga binaan agar tetap menjaga semangat, kesabaran, dan kedisiplinan selama menjalani masa pembinaan.
Menurutnya, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik harus dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk memperbaiki kesalahan. Dengan bekal keimanan, akhlak yang baik, serta kedisiplinan, warga binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Prabumulih, Sandy Wiguna, S.Kom., M.Si., mendukung penguatan pembinaan kepribadian melalui pendekatan spiritual bagi warga binaan.
Kegiatan Sholat Jumat bersama ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan agar semakin religius, memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, serta mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan warga binaan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, meningkatkan kualitas ibadah, dan menumbuhkan sikap positif sebagai bekal untuk kembali berbaur dengan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dan warga binaan, sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang religius, harmonis, dan kondusif. (ril)