Dari Indigo hingga Melon, Herman Deru Apresiasi Inovasi Pertanian di SSTP
PALEMBANG, KORANPLUS.COM – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Sriwijaya Science Techno Park (SSTP), Kamis (9/7/2026), untuk meninjau berbagai inovasi komoditas pangan dan peternakan hasil pengembangan riset.
Kunjungan ke SSTP dilakukan usai Herman Deru melaksanakan penanaman pohon di Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya. Di kawasan tersebut, ia meninjau sejumlah hasil riset aplikatif yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan masyarakat.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah budidaya tanaman indigo, tanaman asal India yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Di SSTP, tanaman ini mampu dipanen hanya dalam waktu sekitar dua bulan sehingga dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
Selain itu, Herman Deru juga mengapresiasi inovasi pengolahan pakan ternak berbahan baku rumput gajah. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu peternak mengurangi biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area budidaya hortikultura yang mencakup tanaman cabai merah, bawang merah, tomat, kebun ubi kayu, peternakan sapi, hingga kebun melon. Di lokasi tersebut, Herman Deru turut menanam bibit melon bersama para petugas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian modern.
“Lihat, ini semua mudah ditanam. Cabai, melon, ubi kayu. Kalau kita kembangkan secara masif, ini bisa langsung menyentuh dan membantu perekonomian rakyat,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan, berbagai aktivitas dan inovasi yang dikembangkan di SSTP merupakan implementasi nyata dari program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang terus didorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui pengembangan riset yang dipadukan dengan praktik di lapangan, Herman Deru berharap masyarakat dapat mencontoh dan mengembangkan berbagai komoditas unggulan tersebut di lingkungan masing-masing.
“Melalui riset dan praktik langsung di lapangan seperti di SSTP ini, kita harapkan masyarakat bisa melihat, meniru, dan ikut mengembangkan komoditas yang sama di lingkungan mereka masing-masing demi mewujudkan kemandirian pangan keluarga,” pungkasnya. (ril)