Ribuan Perempuan Bersongket Pecahkan Rekor MURI di Hari Kebaya Nasional 2026

 Ribuan Perempuan Bersongket Pecahkan Rekor MURI di Hari Kebaya Nasional 2026

PALEMBANG, KORANPLUS.COM – Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 di Sumatera Selatan berlangsung meriah dengan pemecahan Rekor MURI Dunia melalui kegiatan “Parade Perempuan Berbusana Songket Terbanyak di Car Free Day” yang digelar di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Palembang, Minggu, (19/7/2026).

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, hadir didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, untuk memberikan dukungan langsung kepada ribuan peserta yang mengikuti parade.

Ribuan perempuan dari berbagai organisasi, komunitas, dan profesi di Sumatera Selatan memadati kawasan Car Free Day dengan mengenakan kebaya dan kain songket khas daerah. Antusiasme peserta menciptakan suasana semarak sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya dan warisan budaya Indonesia.

Puncak kemeriahan terlihat saat para peserta melakukan parade busana melintasi ikon kebanggaan Sumatera Selatan, Jembatan Ampera, yang menjadi daya tarik utama sekaligus mengantarkan Sumatera Selatan memecahkan Rekor MURI Dunia untuk kategori Parade Perempuan Berbusana Songket Terbanyak.

Feby Herman Deru mengatakan, pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan sekaligus bukti nyata kecintaan perempuan terhadap budaya daerah.

“Hari ini kita tidak hanya mencatatkan rekor, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan Sumatera Selatan memiliki komitmen besar untuk menjaga dan melestarikan kebaya serta songket sebagai warisan budaya bangsa. Semoga semangat ini terus diwariskan kepada generasi muda agar budaya kita tetap lestari,” ujar Feby.

Menurutnya, kebaya dan songket bukan sekadar busana, melainkan simbol identitas, keanggunan, serta kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dipromosikan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Peringatan Hari Kebaya Nasional 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya Indonesia melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *