55 Personel Ditresnarkoba Polda Sumsel Raih Penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Bea Cukai
PALEMBANG, KORANPLUS.COM — Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 55 personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel menerima penghargaan Bhakti Chandra Pratama dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan personel Polda Sumsel dalam mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika melalui sinergi dan penindakan bersama lintas instansi.
Penghargaan diterima Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol. Yulian Perdana, S.I.K., yang mewakili Kapolda Sumsel dalam kegiatan Appreciation Day di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagtim, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, 55 personel Ditresnarkoba Polda Sumsel yang menerima penghargaan terbagi dalam dua tim penindakan.
Sebanyak 30 personel merupakan bagian dari tim yang melakukan penindakan terhadap 220 kilogram ganja kering serta 20 hektare ladang ganja.
Sementara 25 personel lainnya tergabung dalam tim penindakan yang mengungkap peredaran 456 pcs etomidate dan 10 butir ekstasi.
Kedua tim tersebut dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Yulian Perdana. Dalam pelaksanaannya, Yulian didampingi sejumlah perwira, di antaranya AKBP G. Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., AKBP Christopher Salohot Panjaitan, S.E., M.Si., Kompol Willy Oscar, AKBP M. Harris, S.H., M.H., serta AKP Randy Dwi Rendra Graha, S.Tr.K., S.I.K., M.H.
Penindakan tersebut juga melibatkan Perwira Pertama dan Bintara Ditresnarkoba Polda Sumsel.
Perkuat Sinergi Pemberantasan Narkotika
Mewakili Kapolda Sumsel, Kombes Pol. Yulian Perdana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Keuangan RI, khususnya Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan yang diberikan.
Menurut Yulian, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja bersama dalam upaya memutus jaringan peredaran narkotika.
“Saya mewakili Bapak Kapolda Sumsel menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Sumbagtim, atas penghargaan Bhakti Chandra Pratama yang diberikan kepada personel yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika,” ujar Yulian.
Ia menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja sama dan sinergi antara aparat penegak hukum, instansi terkait hingga masyarakat.
“Kolaborasi merupakan keniscayaan bagi semua pihak dalam perang melawan peredaran narkotika. Perang terhadap narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu entitas saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholders serta seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Yulian juga mendorong penguatan joint enforcement yang diiringi dengan pendekatan herd immunity policing.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika, mulai dari upaya pencegahan di tingkat hulu hingga penindakan di hilir.
Dapat Apresiasi dari Bea Cukai
Kegiatan Appreciation Day turut dihadiri Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Dr. Aswin Sipayung, Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Palguna, S.I.K., Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Sialagan, S.I.K., Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Maharbudi, S.I.K., serta jajaran penyidik Bea Cukai dan personel Polri penerima penghargaan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., turut mengapresiasi penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan Bhakti Chandra Pratama menjadi bentuk pengakuan terhadap dedikasi personel di lapangan.
“Penghargaan Bhakti Chandra Pratama ini merupakan wujud nyata pengakuan atas dedikasi dan kerja keras personel di lapangan dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika,” ujar Nandang.
Nandang menegaskan bahwa Polri membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bea Cukai, BNN, stakeholders terkait serta masyarakat.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri; kolaborasi erat dengan Bea Cukai, BNN, serta seluruh stakeholders dan elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan joint enforcement,” tegasnya.
Ia menambahkan, Polda Sumsel akan terus memperkuat upaya pemberantasan narkotika secara terpadu dan berkelanjutan guna melindungi masyarakat dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. (ril)