Cetak Sejarah Baru dan Menangis, Lionel Messi Buka Suara Soal Tragedi Keluarga yang Menguras Emosinya
KORANPLUS.COM – Air mata yang ditumpahkan Lionel Messi di ajang Piala Dunia ternyata disebabkan oleh kondisi darurat kesehatan serius yang menimpa ayahnya, Jorge Messi.
Messi dikenal sangat dekat dengan sang ayah yang kini berusia 68 tahun. Jorge juga bertindak sebagai agen sekaligus manajer bisnis de facto yang mengawasi kerajaan bisnis bernilai jutaan dolar milik putranya di luar lapangan hijau. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Jorge dilaporkan sakit parah. Detail mengenai hal ini akhirnya diungkap oleh pers Argentina beberapa jam setelah Messi menunjukkan emosinya secara langka di depan publik.
Kisah pilu ini terangkat ke permukaan pada Selasa malam setelah Messi menangis di lapangan di Kansas City, sesaat setelah mencetak hat-trick pertamanya di Piala Dunia untuk memastikan kemenangan Argentina 3-0 atas Aljazair di laga pembuka.
Buka suara mengenai emosinya seusai pertandingan, Messi mengatakan: “Tidak, sejujurnya ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan olahraga. Ini adalah hari-hari yang sulit dan rumit.”
Hanya berselang beberapa jam, jurnalis Eduardo Feinmann menjelaskan alasan di balik air mata tersebut dalam sebuah wawancara di Radio Mitre, salah satu stasiun radio yang paling banyak didengar di Argentina.
“Ini ada hubungannya dengan ayahnya. Ayahnya sedang tidak dalam kondisi kesehatan yang baik,” ujarnya. “Sudah cukup lama, beberapa bulan, sejak tahun lalu.”
“Dan minggu ini ada beberapa situasi yang sedikit memperburuk kesehatannya, dan Messi sedang mengalami pergolakan batin ini. Dengan kata lain, dia sama seperti manusia biasa lainnya.”
Dilaporkan bahwa Jorge mengalami “serangan medis” di rumahnya pada Januari tahun ini dan harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah kejadian itu, ia dikabarkan menjalani serangkaian tes kardiovaskular (jantung) dan neurologis (saraf). Namun, tidak ada diagnosis resmi yang dibagikan oleh pihak keluarga, yang selama ini menutup rapat kondisi kesehatan Jorge dari media.
Lionel Messi sendiri merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Jorge dan istrinya, Celia Cuccittini. Pasangan yang menikah pada tahun 1978 ini masih bersama hingga kini, membagi waktu mereka antara Rosario dan Miami, tempat putra super megabintang mereka merumput saat ini. Sebelum menjadi agen Lionel, Jorge bekerja di sebuah pabrik baja di Villa Constitucion, tempat ia bertemu dengan istrinya saat masih muda di Rosario. Messi memiliki dua kakak laki-laki, Rodrigo dan Matias, serta seorang adik perempuan, Maria Sol.
Di Kansas City pada Selasa malam tersebut, Messi sebenarnya berhasil menggetarkan jala gawang sebanyak empat kali—meski gol pertamanya dianulir karena offside. Setiap golnya seolah mengingatkan dunia bahwa ia masih menjadi salah satu yang terbaik.
Disaksikan langsung oleh istrinya, Antonela Roccuzzo, dan anak-anak mereka, Messi membuktikan bahwa ia datang untuk menambah koleksi trofi Piala Dunia yang pernah ia menangkan pada tahun 2022 lalu.
Berbicara setelah pertandingan, ia menambahkan: “Saya melewati hari-hari yang sulit dan rumit, tetapi saya berterima kasih kepada seluruh delegasi, kepada semua rekan tim saya karena mereka selalu berada di sisi saya, memberikan saya banyak kekuatan untuk tetap baik-baik saja, dan itu saja.”
Ia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai kesulitan yang dihadapinya, melainkan memilih berbicara tentang pengalaman “luar biasa” pada laga yang menandai penampilannya yang ke-200 bersama Timnas Argentina.
Lewat gol-gol tersebut, Messi kini menyamai posisi Miroslav Klose di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan torehan 16 gol.
“Seperti yang saya katakan, semua yang saya alami sekarang sangat luar biasa. Saya cukup beruntung bisa mewujudkan semua impian saya, di level yang bahkan lebih tinggi dari apa yang bisa saya bayangkan secara individu maupun sebagai bagian dari tim.”
“Hari ini saya menikmati ini, menjadi bagian dari kelompok yang luar biasa, merasa bugar, dan syukurlah, bisa menikmatinya di lapangan dengan cara yang selalu saya cintai.”
“Dan sejujurnya, semua yang telah saya lalui ini jauh lebih banyak daripada apa yang bisa saya bayangkan ketika saya masih kecil.”***