Ferrari Menggila di Hungaria! Leclerc Bantai Verstappen Setengah Detik Sebelum Terjadi Bencana Mesin
Pembalap Ferrari, Charles Leclerc mencatat waktu lebih cepat dibandingkan pembalap Red Bull, Max Verstappen, dan rekan satu timnya, Lewis Hamilton. Foto: ig @charles_leclerc
KORANPLUS.COM – Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, memuncaki sesi latihan bebas pertama di Formula 1 Grand Prix Hungaria. Catatan waktu pertamanya terbukti lebih cepat lebih dari empat persepuluh detik dibandingkan pembalap Red Bull, Max Verstappen, dan rekan satu timnya, Lewis Hamilton.
Leclerc memimpin di atas Hamilton pada menit-menit awal latihan saat Ferrari memasang sayap ‘Macarena’ milik mereka yang dilengkapi winglet tiga bagian mencolok di atas aktuatornya—sebuah komponen opsional untuk memenuhi tuntutan downforce tinggi di Sirkuit Hungaroring.
Pembalap Mercedes, George Russell, menjadi yang pertama beralih ke ban lunak Pirelli dan mencatatkan waktu hanya dua persepuluh detik lebih cepat dari Leclerc, yang kemudian dengan cepat dilampaui oleh Verstappen.
Russell menjadi salah satu dari beberapa pembalap yang mengalami penguncian ban depan di Tikungan 1, yang permukaannya telah dilapisi ulang sepenuhnya untuk tahun ini sehingga sangat minim daya cengkeram.
Ferrari dan Mercedes adalah dua dari beberapa tim yang membawa pembaruan khusus untuk GP Hungaria, sebagian besar berupa opsi downforce tambahan untuk sayap belakang.
Namun bagi McLaren, Budapest sudah ditandai dalam kalender pengembangan mereka untuk perombakan lantai mobil secara menyeluruh, yang diharapkan tim asal Woking tersebut dapat membawa MCL40 lebih dekat dengan kinerja Mercedes dan Ferrari saat melibas tikungan.
McLaren menyerahkan mobil Oscar Piastri kepada pembalap cadangannya, juara bertahan F2 Leonardo Fornaroli, yang menguji coba interpretasi McLaren sendiri terhadap sayap belakang terbalik milik Ferrari. Insinyur balapnya melaporkan bahwa komponen tersebut “bekerja dengan baik”.
Aston Martin melangkah jauh lebih ekstrem dengan memperkenalkan apa yang bisa disebut sebagai mobil baru secara keseluruhan—termasuk sasis yang lebih ringan, permukaan aerodinamis yang sepenuhnya baru, serta tata letak suspensi belakang baru.
Namun, sesi tes pertama tim dengan mobil spesifikasi AMR26 B ini mengalami kendala besar setelah 36 menit berjalan ketika suspensi belakang Lance Stroll tampak patah di pintu keluar Tikungan 2. Hal ini menyebabkan pembalap asal Kanada tersebut melintir 360 derajat dan memicu bendera merah dikibarkan saat ia memarkir mobilnya.
Setelah penghentian selama sembilan menit, Leclerc mencoba memperbaiki catatan waktu terbaiknya sendiri, 1 menit 19,075 detik, yang diciptakan pembalap asal Monako tersebut tepat sebelum bendera merah.
Namun, Leclerc tampaknya mengalami kerusakan unit daya atau gearbox di sektor terakhir, sehingga ia terpaksa meluncur perlahan masuk ke area pit dengan mobil yang bermasalah.
Tak biasanya, catatan waktu terbaik Leclerc tetap tidak tersentuh selama 14 menit terakhir sesi green-flag (lintasan bersih). Verstappen, yang mengeluhkan Red Bull RB22 miliknya terasa seperti dikendarai dengan rem tangan yang tertarik, berada di posisi kedua. Catatan waktunya, 1 menit 19,559 detik, tertinggal hampir lima persepuluh detik dari Leclerc.
Hamilton berada di posisi ketiga di depan mobil Red Bull kedua milik Isack Hadjar, yang tertinggal sembilan persepuluh detik dari Leclerc. Russell menempati posisi kelima di depan pembalap Audi, Gabriel Bortoleto.
Fornaroli bukanlah satu-satunya pembalap muda yang memenuhi salah satu dari empat sesi wajib rookie FP1 bagi tim. Frederik Vesti mengambil alih mobil Mercedes milik pimpinan klasemen, Kimi Antonelli, untuk mengamankan posisi ketujuh, disusul oleh Nico Hulkenberg serta duet Racing Bulls, Arvid Lindblad dan Liam Lawson, yang secara kolektif menahan sang juara dunia, Norris, keluar dari posisi 10 besar.
Di belakang Fornaroli yang berada di posisi ke-16, anak didik Toyota, Ryo Hirakawa, menempati posisi ke-17 bersama Haas. Paul Aron meraih posisi ke-19 menggunakan Alpine milik Franco Colapinto, sementara mantan bintang IndyCar dan pembalap penguji Cadillac, Colton Herta, mencicipi kembali jet darat F1 dan finis di posisi ke-20.
Terlepas dari kegagalan suspensi Stroll, mobil spesifikasi B milik Aston Martin menunjukkan awal yang cukup menjanjikan di tangan Fernando Alonso. Ia bertahan di barisan tengah F1 dengan waktu tercepat ke-13, di mana catatan 1 menit 21,550 detik miliknya berjarak dua setengah detik di belakang waktu tercepat.***
Sumber: motorsport.com