Gagal Total Penuhi Ambisi Juara Dunia, Ronald Koeman Resmi Letakkan Jabatan

 Gagal Total Penuhi Ambisi Juara Dunia, Ronald Koeman Resmi Letakkan Jabatan

Ronald Koeman pilih hengkang dari timnas Belanda. Foto: @ronaldkoeman

KORANPLUS.COM — Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, mengumumkan pengunduran dirinya setelah skuad De Oranje disingkirkan Maroko di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 di Meksiko.

“Kemarin malam, saya mengambil keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai kepala pelatih tim nasional Belanda,” tulis Koeman melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (30/6).

“Kita semua mendambakan Piala Dunia di mana kita bisa mengukir sejarah. Namun, hal itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa selain saya sendiri. Sebagai kepala pelatih, Anda harus memikul tanggung jawab tersebut.”

Koeman awalnya sempat menolak untuk memberikan pernyataan pasti mengenai masa depannya sesaat setelah kekalahan adu penalti di Monterrey. Namun, kegagalan di periode kedua kepemimpinannya yang kurang memuaskan ini membuat kepergiannya sudah bisa diprediksi, terutama di tengah gempuran kritik dari media-media Belanda.

Ia juga memberikan isyarat untuk pensiun dari dunia kepelatihan: “Selain itu, beberapa tahun terakhir ini menyadarkan saya kembali bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sepakbola. Sepakbola telah menjadi hidup saya, tetapi kesehatan tidak ada harganya.”

“Ketika seseorang yang sangat Anda cintai sedang berjuang dalam pertempuran yang berat, perspektif Anda akan berubah. Terlepas dari penyakit yang dideritanya, istri saya, Bartina, selalu mendukung dan menyemangati saya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan saya sebagai kepala pelatih.”

“Itu menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepadanya atas hal itu, lebih dari apa pun yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata.”

Target yang Gagal Total

Nigel de Jong, direktur teknis asosiasi sepakbola Belanda (KNVB), menggambarkan kampanye Piala Dunia kali ini sebagai sebuah kekecewaan. De Jong sebenarnya akan menjadi sosok penentu apakah Koeman dipertahankan atau tidak, andai sang pelatih tidak memilih untuk mundur terlebih dahulu.

“Target kami adalah semifinal, dan ambisinya adalah menjadi juara dunia,” ujar De Jong. “Sayangnya, kami tidak berhasil mencapainya. Ya, kami masih sangat jauh dari target itu. Itulah kesimpulannya. Kita harus jujur mengenai hal ini,” tambahnya, dikutip dari Reuters.

Koeman menerima banyak kritik pedas setelah performa Belanda dinilai buruk oleh para kritikus media. Mereka menyebut performa tim “berkisar dari operan yang lamban, tanpa arah, dan bermain bertahan saat melawan Jepang, lalu sempat bangkit dengan energik melawan Swedia, sebelum akhirnya kembali ke mentalitas 80 persen saat menghadapi Tunisia.”

Koeman mengambil alih kursi kepelatihan setelah Piala Dunia terakhir di Qatar empat tahun lalu menggantikan Louis van Gaal, di mana saat itu Belanda berhasil mencapai babak perempat final.

Meskipun tim Oranye sempat mencapai babak semifinal Euro 2024, mereka tercatat gagal mengalahkan satu pun negara yang berada di peringkat 25 besar FIFA.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut sebelumnya pernah melatih Belanda mulai Februari 2018, sebelum akhirnya hengkang secara mendadak pada Agustus 2020 demi menukangi Barcelona.

Sebelumnya, Steve Clarke juga jadi bagian dari pelatih mundur di Piala Dunia. Clarke undur diri sebagai Pelatih Skotlandia setelah timnya gagal tembus ke babak 32 Besar.***

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *