Kolombia Kalah, Jaminton Campaz Diteror! Federasi Turun Tangan

 Kolombia Kalah, Jaminton Campaz Diteror! Federasi Turun Tangan

Ancaman Pembunuhan Menghantui Pemain Kolombia Pasca Kegagalan Di Piala Dunia 2026. Foto: ig @bicho08_

KORANPLUS.COM – Pemain timnas Kolombia, Jaminton Campaz, dilaporkan menerima ancaman pembunuhan setelah negaranya tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Campaz menjadi sasaran amukan supporter Kolombia, setelah dirinya gagal memanfaatkan peluang emas pada babak perpanjangan waktu dalam laga babak 16 besar yang membuat Kolombia tersingkir akibat kalah adu penalti melawan Swiss.

Akibat terror tersebut, pemain berusia 26 tahun yang kini merumput bersama klub Argentina, Rosario Central itu, langsung memisahkan diri dan menolak naik pesawat bersama rombongan tim nasional yang dijadwalkan pulang ke Bogota. Hingga saat ini, keberadaan Campaz pun masih dirahasiakan demi alasan keselamatan.

Menanggapi hal itu, Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF), menyampaikan dukungan penuh kepada Campaz beserta keluarga dan seluruh pemain tim nasional Kolombia. FCF juga menegaskan tidak ada atlet yang pantas menerima intimidasi hanya karena membela negaranya.

“Kami menyatakan solidaritas penuh kepada Jaminton Campaz, keluarganya, seluruh pemain tim nasional Kolombia, dan seluruh delegasi. Sepak bola harus menjadi ruang persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat bagi kebencian, intimidasi, ataupun kekerasan,” tulis FCF.

“Tidak boleh ada satu pun atlet, maupun anggota keluarga dekat mereka, yang boleh menjadi sasaran intimidasi dan ancaman hanya karena mewakili negara mereka di atas lapangan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Campaz menyampaikan pesan kepada publik melalui akun Instagram pribadinya. Campaz mengunggah pesan emosional yang panjang, untuk merespons kegagalan tim sekaligus gelombang kecaman dan hujatan yang menerpanya.

“Saya sangat menyesal karena tidak mampu memberikan kegembiraan yang kita semua harapkan. Namun, saya ingin kalian tahu bahwa dedikasi, komitmen, dan rasa cinta saya untuk jersi ini tidak pernah berkurang sedikit pun. Saya telah memberikan semua yang saya miliki di atas lapangan, dan saya siap melakukannya seribu kali lagi demi negara saya,” tulis Campaz.

Kasus yang menimpa Campaz mengingatkan kembali akan tragedi yang menimpa bek legendaris Kolombia, Andres Escobar pada tahun 32 tahun silam. Escobar ditembak mati di kota Medellin, beberapa hari setelah dirinya melakukan gol bunuh diri yang menyebabkan Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *