Pertaruhan Sabuk Juara Dunia WBC, Ryan Garcia Tebar Ancaman Maut Jelang Bentrok Kontra Conor Benn
Ryan Garcia (kiri) dan Conor Benn nyaris baku hantam.
KORANPLUS.COM – Tensinya mulai mendidih. Ryan Garcia meyakini bahwa duel pertahanan gelar pertamanya melawan Conor Benn akan berakhir dengan kemenangan KO yang sangat telak.
Dalam konferensi pers yang berlangsung panas pada hari Sabtu (18/7) di Fanatics Fest, New York, Garcia sesumbar akan menghabisi petinju asal Inggris tersebut dengan cepat.
Pihak keamanan bahkan terpaksa turun tangan untuk memisahkan kedua petinju setelah mereka mencoba saling berhadapan muka di tengah acara promosi duel perebutan sabuk juara kelas welter yang akan digelar pada 12 September di Las Vegas.
“Kamu bakal KO di bawah lima ronde,” ancam Garcia kepada Benn. “Lima ronde adalah waktu maksimal yang saya butuhkan untuk menyudahi perlawananmu.”
Garcia (25-2, 20 KO) akan melakoni laga pertama mempertahankan sabuk juara kelas welter WBC miliknya melawan Benn (25-1, 14 KO) di T-Mobile Arena. Duel panas ini akan menjadi sajian utama dalam ajang bertajuk Ring Card, yang akan disiarkan secara streaming melalui Paramount+ di Amerika Serikat dan DAZN di Inggris serta Irlandia.
Sebelumnya, Garcia berhasil merebut sabuk juara kelas welter WBC setelah meraih kemenangan angka mutlak atas Mario Barrios pada 21 Februari, juga di T-Mobile Arena.
Petinju kelahiran Victorville, Kalifornia, ini bahkan sukses menjatuhkan Barrios (29-3-2, 18 KO) di menit pertama ronde pembuka, sebelum akhirnya melenggang mulus meraih kemenangan perdananya sejak Desember 2023.
Di kubu lawan, Conor Benn yang kini berusia 29 tahun harus memotong berat badannya hingga menyentuh batas 147 pon untuk kali pertama sejak ia menang TKO di ronde kedua atas Chris Van Heerden pada April 2022.
Pada laga terakhirnya, Benn bertarung di bobot 150 pon dan berhasil menang angka mutlak atas mantan pemegang sabuk juara kelas ringan super dua kali, Regis Prograis, dalam duel 10 ronde pada 11 April.
Namun, Ryan Garcia menilai rekor bertarung Benn tidak ada apa-apanya.
“Dia hanya pernah melawan petinju-petinju yang kariernya sudah mau habis,” cibir Garcia mengenai Benn.
“Dia belum pernah menghadapi petinju muda, lapar, dan berbakat. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan hal itu. Kita lihat saja apa yang dia punya. Dia terlalu terburu-buru mengambil posisi ini, jadi kami akan menunjukkan kepadanya apa yang terjadi jika Anda memaksakan diri pada sesuatu yang belum Anda siapkan.”***