Voli Putri U18 – Drama 5 Set Bikin Jantungan, Skuad Garuda Pertiwi Gagal ke Final Usai Dijinakkan Vietnam

 Voli Putri U18 – Drama 5 Set Bikin Jantungan, Skuad Garuda Pertiwi Gagal ke Final Usai Dijinakkan Vietnam

KORANPLUS.COM — Perjuangan luar biasa Tim Nasional Voli Putri U-18 Indonesia harus berakhir dengan cara memilukan.

Skuad Garuda Pertiwi muda dipaksa menyerah secara dramatis setelah kalah tipis 2-3 dari rival abadi mereka, Vietnam, pada semifinal Kejuaraan Voli Putri U-18 Asia Tenggara Est Cola ‘Princess Cup’ ke-23 tahun 2026 di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Sabtu (27/6).

Pertarungan sengit yang menguras emosi ini berjalan sangat ketat sejak peluit awal. Vietnam, yang menyandang status sebagai juara Grup B, berhasil mengamankan set pertama dengan skor 25-21. Namun, Indonesia tidak tinggal diam dan langsung membalas di set kedua dengan skor identik 25-21 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Aksi saling balas terus berlanjut. Vietnam kembali memimpin di set ketiga dengan kemenangan 25-22, tetapi daya juang tinggi pasukan Merah Putih memaksa laga berlanjut ke set penentuan setelah sukses merebut set keempat dengan skor yang juga identic, 25-22.

Sayangnya, di set kelima yang menjadi penentu, Vietnam tampil jauh lebih efektif dan konsisten untuk menyudahi perlawanan Indonesia dengan skor akhir 15-10.

Manajer tim voli putri U-18 Indonesia, manajer tim Luciana Taroreh, secara ksatria mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih tenang saat tensi pertandingan sedang memuncak.

“Hari ini kami harus mengakui bahwa Vietnam bermain lebih efektif, terutama dalam servis, pertahanan, dan penyelesaian serangan pada momen-momen penting,” ungkap Luciana pasca-pertandingan.

Kendati terpukul karena gagal melangkah ke partai puncak, Luciana menilai kekalahan ini merupakan bagian dari proses pematangan mental skuad muda Indonesia yang sedang disiapkan untuk ajang yang lebih besar, yakni AVC U-18.

“Tim ini masih berada dalam proses pembinaan. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait konsistensi performa, penerimaan servis (receive), dan pengambilan keputusan saat berada di bawah tekanan. Kekalahan ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” tambah Luciana.

Kini, tim pelatih langsung mengalihkan fokus penuh demi memperebutkan medali perunggu atau peringkat ketiga yang akan digelar pada Minggu (28/6) pukul 16.00 waktu setempat. Indonesia menantang tim yang kalah dalam laga semifinal lainnya antara Thailand dan Filipina.***

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *