Gianni Infantino Pasang Badan, Iran Tetap Wajib Main di Piala Dunia 2026 Meski Perang Berkecamuk
Ditolak di Amerika Serikat, timnas Iran alihkan persiapan Piala Dunia 2026 di Meksiko. (Foto: X @Relatable0gy)
KORANPLUS.COM – Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan pada Senin (25/5), bahwa tim nasional sepakbola Iran akan menjalani pemusatan latihan di negaranya sebelum dan selama gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat menolak izin timnas Iran untuk berlatih di wilayah Amerika.
Meksiko sendiri bertindak sebagai tuan rumah bersama turnamen akbar ini mendampingi Amerika Serikat dan Kanada, di mana sepakmula Piala Dunia dijadwalkan bakal dimulai pada 11 Juni 2026.
“Kami tidak memiliki alasan apa pun untuk menolak kemungkinan mereka (timnas Iran) tinggal di Meksiko,” tegas Sheinbaum dalam sebuah pengarahan media, seperti dilaporkan oleh The Hill.
Presiden Sheinbaum mengungkapkan bahwa pejabat FIFA saat ini sedang mempertimbangkan untuk menempatkan timnas Iran di Tijuana, sebuah kota yang lokasinya sangat dekat dengan perbatasan California.
Keputusan ini diambil setelah kekhawatiran mendalam terkait konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan AS membuat rencana awal timnas Iran untuk berlatih di Arizona menjadi sangat rumit.
Presiden Federasi Sepakbola Iran, Mehdi Taj, mengonfirmasi bahwa pemindahan basis latihan timnya dari Tucson (Arizona) ke Meksiko telah mengantongi persetujuan resmi dari FIFA.
“Untungnya, menyusul pengajuan yang kami serahkan dan pertemuan yang kami adakan dengan FIFA serta pejabat Piala Dunia di Istanbul, ditambah pertemuan webinar kemarin di Teheran bersama Sekretaris Jenderal FIFA yang terhormat, permintaan kami untuk memindahkan basis tim dari Amerika Serikat ke Meksiko telah disetujui,” ungkap Taj kepada ESPN.
Rencana relokasi base camp ke Meksiko ini sebenarnya sudah didiskusikan pihak Iran sejak Maret lalu. Pada saat itu, Mehdi Taj membeberkan bahwa Presiden AS Donald Trump secara eksplisit menyatakan dirinya tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran jika berada di AS.
Di periode yang sama, Trump sempat berdalih bahwa timnas Iran akan aman-aman saja saat bertanding di AS. Namun, ia menambahkan pernyataan provokatif bahwa menurutnya bukan langkah yang pintar bagi orang Iran untuk berada di sana “demi kelangsungan hidup dan keselamatan mereka sendiri.”
Meskipun situasi politik dan perang sedang membara, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pada April lalu bahwa Iran tidak akan dicoret dan tetap berpartisipasi dalam turnamen.
“Kami tentu berharap pada saat turnamen dimulai, situasi sudah berubah menjadi damai. Namun, Iran harus tetap datang,” kata Infantino.
“Tentu saja, mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bertanding.”
Sesuai jadwal yang dirilis, Iran akan menantang Selandia Baru pada 15 Juni 2026 dan Belgia pada 21 Juni 2026 di Inglewood, California, sebelum terbang menghadapi Mesir pada 26 Juni 2026 di Seattle.
Di sisi lain, AS dan Iran saat ini dilaporkan sedang menegosiasikan kemungkinan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang ada, serta membuka kembali Selat Hormuz di tengah pembicaraan yang masih berlangsung mengenai program nuklir Teheran.
Mengenai operasional di dalam negeri AS, Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, menyatakan awal bulan ini bahwa agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) kemungkinan besar akan hadir di acara-acara Piala Dunia FIFA di AS sebagai bagian dari operasi keamanan, tetapi menegaskan kehadiran mereka bukan untuk melakukan “penangkapan massal” terhadap imigran ilegal.***