Siswa Asal Desa Nyofifi Malut Tarik Perhatian usai Viralkan Jalur Ekstrem yang Dilaluinya Menuju ke Sekolah
Unggahan seorang siswi menyangkut permasalah mereka untuk bisa bersekolah tanpa infrastruktur memadai langsung viral. Foto: TikTok.com/RifandiPiter
KORANPLUS.COM – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh video keluhan seorang siswi asal Desa Nyofifi, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut).
Melalui unggahan akun TikTok @RifandiPiter pada Rabu, 3 Juni 2026, siswi tersebut memperlihatkan kondisi ekstrem jalur sungai berarus deras yang terpaksa ia dan teman-temannya lewati setiap hari demi bisa pergi ke sekolah.
Sambil merekam derasnya air, siswi tersebut memberanikan diri menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada orang nomor satu di Maluku Utara.
“Mohon maaf untuk Ibu Sherly kalau saya lancang. Tolong, kami tidak bisa pergi sekolah karena tidak ada jembatan,” tutur siswi asal Desa Nyofifi tersebut dengan nada santun.
Terisolasi Banjir dan Terpaksa Absen Sekolah
Ketiadaan infrastruktur penyeberangan yang aman membuat anak-anak di Desa Nyofifi kerap mengorbankan waktu belajar mereka. Ketika wilayah tersebut dilanda banjir, akses jalan sepenuhnya lumpuh, membuat warga setempat terisolasi dan para siswa terpaksa absen karena tidak bisa keluar rumah.
Padahal, sang siswi menegaskan bahwa dirinya bersama anak-anak lain di desa tersebut memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk menuntut ilmu.
“Mohon bantuannya, banjir begini membuat kami tidak bisa pergi ke sekolah. Tolong, kami mau kejar pendidikan lagi. Mohon maaf, mohon maaf kalau lancang ke Ibu Sherly, mohon maaf,” sambungnya emosional.
Video berdurasi singkat itu pun langsung mendadak viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang ikut bersimpati dan meramaikan kolom komentar guna mendukung permintaan fasilitas jembatan bagi anak-anak Malut tersebut.
Respons Cepat dan Janji Gubernur Sherly Tjoanda
Aksi berani siswi ini rupanya langsung memancing atensi dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Melalui akun TikTok resminya, wanita berusia 43 tahun tersebut langsung nimbrung di kolom komentar dan memberikan tanggapan positif.
Sherly menyampaikan janjinya untuk segera membereskan keterbatasan infrastruktur jembatan di Desa Nyofifi. Ia juga memastikan bahwa Pemprov Malut telah bergerak cepat dengan menerjunkan tim khusus ke lapangan.
“Makasih infonya adik sayang, tim sudah turun survei ya,” tulis sang Gubernur lewat akun resminya, Sherly Tjoanda, pada Rabu (3/6).
Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu keterangan lebih lanjut dari otoritas berwenang mengenai hasil survei lapangan serta kelanjutan realisasi pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Nyofifi tersebut.***