Petro Prabu Bongkar Persoalan Jargas: 925 Sambungan Bermasalah, Gas Kota Padam 8-30 Juni
PRABUMULIH, KORANPLUS.COM – Pasokan jaringan gas rumah tangga (Jargas) di Kota Prabumulih akan padam total setiap malam mulai 8 hingga 30 Juni 2026. Penghentian sementara aliran gas dilakukan dalam rangka pembenahan sistem distribusi dan penutupan sementara Metering Regulating Station (MRS) SKG 10.
Selama periode tersebut, aliran gas akan dihentikan setiap hari mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.
Kebijakan itu disampaikan Direktur Petro Prabu (Perseroda), Ir Hariyanto MSP, dalam kegiatan Sosialisasi Penutupan MRS Pengelolaan Jargas Kota Prabumulih di Gedung Kesenian Prabumulih, Kamis (4/6/2026).
Menurut Hariyanto, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menekan kehilangan gas (losses), meningkatkan keamanan jaringan, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Dalam proses evaluasi yang kami lakukan ditemukan berbagai persoalan yang harus segera ditangani agar pengelolaan jaringan gas menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, Petro Prabu menemukan 925 sambungan yang tidak sesuai sistem, 30 kebocoran besar pada jaringan distribusi, serta 327 jaringan rumah pelanggan yang mengalami kebocoran.
Selain itu, sebanyak 873 meter pelanggan tercatat mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan maupun penggantian.
Hariyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan sambungan gas yang tidak melalui meteran resmi karena berpotensi membahayakan keselamatan.
“Penggunaan gas tanpa meteran sangat berbahaya karena tekanan gas cukup tinggi dan dapat menyebabkan kebakaran apabila terjadi kebocoran,” tegasnya.
Petro Prabu juga mencatat persoalan tunggakan pelanggan yang masih cukup tinggi. Dari total pelanggan yang ada, sekitar 27 ribu pelanggan masih menunggak pembayaran, sementara hanya sekitar 8 ribu pelanggan yang rutin membayar tagihan.
Meski demikian, perusahaan memastikan pembenahan jaringan akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain melakukan penataan jaringan, Petro Prabu bersama Pemerintah Kota Prabumulih juga tengah menyiapkan program gas kota gratis bagi masyarakat kurang mampu. Saat ini program tersebut masih dalam tahap pendataan dan penyusunan mekanisme pelaksanaan.
Sementara itu, Asisten I Pemerintah Kota Prabumulih, DR Drs H Aris Priadi SH, mengapresiasi langkah Petro Prabu yang terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai.
Menurut Aris, sosialisasi tersebut penting agar masyarakat memahami tujuan pembenahan yang dilakukan dan dapat mendukung proses pekerjaan di lapangan.
“Terima kasih atas sosialisasi yang dilakukan. Ini sangat penting bagi kelancaran proses penutupan sementara jaringan gas di Prabumulih,” katanya.
Ia mengatakan Prabumulih merupakan salah satu daerah dengan jaringan gas rumah tangga terbesar di Indonesia. Bahkan, program tersebut sebelumnya menjadi proyek percontohan nasional sehingga pengelolaannya membutuhkan perhatian khusus.
“Jumlah pelanggan sangat besar, sehingga tantangan pengelolaannya juga besar. Karena itu harus dikelola secara baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Aris menilai penutupan sementara jaringan gas yang dilakukan Petro Prabu memiliki dampak positif karena bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan jargas di Kota Prabumulih.
“Penutupan ini memberikan sisi positif karena akan meningkatkan kualitas pengelolaan jaringan gas, baik bagi Pemerintah Kota Prabumulih, Petro Prabu, maupun masyarakat sebagai pelanggan,” pungkasnya.
Petro Prabu mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui call center apabila setelah jadwal pemadaman berakhir aliran gas belum kembali normal hingga keesokan harinya. Dengan pembenahan yang dilakukan, perusahaan berharap pelayanan jaringan gas di Kota Prabumulih menjadi lebih aman, tertib, dan berkelanjutan. (ril)