Petinju Sensasional Moses Itauma Berpeluang Duel Perebutan Gelar Kelas Berat Dunia di Usia 22

 Petinju Sensasional Moses Itauma Berpeluang Duel Perebutan Gelar Kelas Berat Dunia di Usia 22

Moses Itauma sudah layak duel lawan Oleksandr Usyk. Foto: Instagram @m.itauma

KORANPLUS.COM – Jagat tinju kelas berat bersiap menyambut era baru. Petinju muda potensial, Moses Itauma, terus meretas jalan menuju duel perebutan gelar juara dunia yang diprediksi bisa terealisasi pada akhir tahun ini.

Meski baru menginjak usia 22 tahun, Itauma telah menjelma sebagai salah satu prospek paling panas di ring tinju global. Catatan rekornya mengerikan: 14 kali bertanding, menyapu bersih semua kemenangan dengan 13 di antaranya diraih lewat KO, dan sembilan laga diselesaikan kilat di ronde pertama.

Dalam dua penampilan terakhirnya, monster baru ini sukses menghentikan mantan penantang sabuk dunia, Dillian Whyte, di ronde pertama.

Ia kemudian menjadi orang pertama yang mampu merobohkan petinju tangguh Amerika Serikat, Jermaine Franklin, dalam enam ronde—sebuah catatan impresif yang bahkan gagal dilakukan oleh nama besar sekelas Dillian Whyte maupun Anthony Joshua saat mereka menghadapinya.

Itauma dijadwalkan kembali naik ring pada Agustus mendatang. Walau lawan resminya belum diumumkan, nama Filip Hrgovic menjadi kandidat terdepan untuk dihadapi.

Berbicara kepada Seconds Out, promotor legendaris Frank Warren mengisyaratkan bahwa Itauma bisa langsung melompat ke duel perebutan sabuk juara dunia melawan Agit Kabayel jika juara bertahan, Oleksandr Usyk, menolak duel wajib lawan Kabayel.

“Kami punya opsi pertarungan bagus lainnya melibatkan petinju kami, Kabayel. WBC telah memerintahkan Usyk untuk mempertahankan gelar melawannya. Kami memiliki waktu 30 hari untuk mencapai kesepakatan atau laga ini akan masuk ke proses lelang. Jika Usyk tidak menginginkan duel ini, dia harus melepas sabuknya,” ungkap Warren.

Usyk sendiri saat ini dilaporkan masih menimbang-nimbang langkah ke depan setelah kemenangan kontroversialnya melawan kickboxer asal Belanda, Rico Verhoeven, pada April lalu. Dalam laga tersebut, Verhoeven tampil jauh melampaui ekspektasi dan merepotkan Usyk.

Jika Usyk lebih memilih melakoni laga ulang kontra Verhoeven dan mengabaikan perintah wajib WBC untuk menghadapi Kabayel, maka sabuk juara tersebut kemungkinan besar akan dicopot. Situasi ini otomatis membuat Kabayel naik status menjadi juara penuh.

Meskipun mempertahankan gelar pertama kali melawan petinju sebuas Itauma dianggap sebagai tugas paling berat di kelas ini, Agit Kabayel menyatakan bahwa dirinya sangat terbuka dan siap meladeni tantangan sang petinju muda.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *