Terkuak Alasan Paolo Maldini dan Leonardo Nekat Lempar Handuk di Timnas Italia, Andrea Pirlo Biang Keroknya
Paolo Maldini (kiri) dan Leonardo hengkang dari FIGC. Foto: IG @fabriziorom
KORANPLUS.COM – Paolo Maldini dan Leonardo resmi meninggalkan jabatan senior mereka di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) hanya dua pekan setelah diangkat. Keputusan mendadak ini mengakhiri proyek ambisius yang dirancang untuk membangun kembali struktur tim nasional Italia yang tengah terpuruk.
Maldini sebelumnya ditunjuk sebagai Direktur Teknis FIGC sekaligus Presiden Club Italia, sementara mantan eksekutif AC Milan dan Paris Saint-Germain, Leonardo, bergabung sebagai penasihatnya.
Pasangan ini diberi tanggung jawab untuk membangun identitas sepak bola yang seragam di seluruh tingkatan tim nasional Italia—mulai dari kelompok umur hingga tim senior—dengan kontrak yang rencananya berjalan hingga Piala Dunia 2030.
Namun, proyek tersebut runtuh berantakan setelah Presiden FIGC, Giovanni Malagò, menolak menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru timnas Italia.
Pirlo muncul sebagai kandidat utama pilihan Maldini dan Leonardo setelah pendekatan kepada Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menemui jalan buntu.
Maldini dan Leonardo dilaporkan langsung menyampaikan keputusan mundur mereka kepada Malagò setelah pembicaraan akhir gagal mencapai kesepakatan. Kepergian mereka terjadi hanya 16 hari setelah secara resmi memimpin struktur teknis baru Italia tersebut.
Penolakan Pirlo Memicu Hancurnya Kepercayaan
Perselisihan ini bukan sekadar masalah apakah Pirlo cocok atau tidak menjadi pelatih. Maldini dan Leonardo dikabarkan menganggap keputusan penolakan tersebut sebagai bukti bahwa mereka tidak diberi wewenang penuh seperti yang dijanjikan saat menerima jabatan tersebut.
Duet ini didatangkan untuk memimpin keputusan-keputusan di bidang olahraga, menentukan pelatih kepala Italia berikutnya, dan menerapkan filosofi teknis jangka panjang.
Pirlo dipandang sebagai kandidat yang sesuai dengan visi mereka yang menyukai sepak bola berbasis penguasaan bola serta progresif secara teknis, sekaligus bisa membantu Italia lepas dari identitas permainan pragmatis yang tradisional.
Akan tetapi, Malagò menilai bahwa potensi dampak reputasi dan politik dari penunjukan Pirlo tidak bisa diabaikan. Pirlo tengah menghadapi gelombang kritik akibat ikatan komersialnya dengan Fonbet, sebuah perusahaan taruhan asal Rusia.
Mantan gelandang timnas Italia itu sempat hadir dalam acara promosi di Rusia, yang memicu penolakan keras dari para politisi dan tokoh publik Italia di tengah konflik yang masih berlangsung di Ukraina.***