PHR Zona 1 dan SKK Migas Raih Juara Stan Terbaik PIIS Sumut 2026, UMKM Binaan Curi Perhatian

 PHR Zona 1 dan SKK Migas Raih Juara Stan Terbaik PIIS Sumut 2026, UMKM Binaan Curi Perhatian

SIMALUNGUN, KORANPLUS.COM – Komitmen dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengedukasi masyarakat tentang industri hulu migas mengantarkan Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu Field dan PEP Rantau Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 bersama SKK Migas meraih penghargaan Juara I Stan Terbaik pada ajang Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIIS) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat penutupan kegiatan PIIS 2026 yang berlangsung di Parapat, Kabupaten Simalungun. Event yang digelar sejak 10 hingga 13 Juni 2026 itu menjadi wadah promosi investasi, inovasi daerah, serta pemberdayaan UMKM dari berbagai sektor.

Dalam pameran tersebut, PHR Zona 1 bersama SKK Migas Sumbagut menampilkan puluhan produk unggulan UMKM mitra binaan dari wilayah operasional perusahaan. Produk-produk yang dipamerkan berhasil menarik perhatian pengunjung, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan hingga berbagai produk kreatif khas daerah.

Pj Sekda Sumut, Sulaiman Harahap, mengaku bangga dengan langkah yang dilakukan PHR Zona 1 dalam membina dan mempromosikan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Setelah saya berkunjung ke stan PHR Zona 1 ini, saya bangga dengan Pertamina karena mendorong UMKM-nya untuk naik kelas. Produk-produk mitra binaannya juga bagus. PHR Zona 1 hadir melakukan pembinaan UMKM di wilayah kerja mereka,” ujar Sulaiman.

Selain memamerkan produk UMKM, stan PHR Zona 1 bersama SKK Migas juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Salah satunya adalah edukasi mengenai industri hulu migas yang menyasar pelajar tingkat SMA.

Program edukasi tersebut membahas sejarah industri migas di Indonesia, proses terbentuknya minyak dan gas bumi, hingga peran strategis sektor energi dalam mendukung pembangunan nasional. Kegiatan ini menghadirkan Officer Media Relation PHR Zona 1, Renita Yulia Kuswindriati, bersama tim dari PEP Pangkalan Susu Field.

Antusiasme para pelajar terlihat tinggi selama sesi berlangsung. Mereka aktif bertanya mengenai dunia migas serta berbagai program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan di sekitar wilayah operasi.

Wali Kota Medan, Rico Waas, yang turut mengunjungi stan PHR Zona 1 memberikan apresiasi atas inovasi yang ditampilkan perusahaan. Menurutnya, kegiatan edukasi migas bagi generasi muda sangat penting untuk menambah wawasan sekaligus mengenalkan peluang industri energi kepada pelajar.

“Kegiatan edukasi migas sangat bermanfaat bagi pelajar SMA sehingga memberikan daya tarik tersendiri. Saya rasa inisiatif program acara sangat bagus. Semoga ke depan bisa terjalin kolaborasi antara perusahaan migas dan Pemerintah Kota Medan,” katanya.

Stan PHR Zona 1 bersama SKK Migas juga mendapat kunjungan dari sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, Rasyid Ridho Nasution, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Utara, Dedi JP Harahap, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut, Nurbaiti Harahap.

Manager PEP Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, mengatakan bahwa keikutsertaan PHR Zona 1 bersama SKK Migas dalam PIIS 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus upaya memperkuat sinergi antara industri hulu migas dan masyarakat.

Menurutnya, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus berkolaborasi dalam mendukung program pemerintah, termasuk target produksi nasional satu juta barel minyak per hari pada tahun 2030.

“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah serta terus hadir mendorong produk-produk UMKM mitra binaan agar berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Edwin.

Keberhasilan meraih penghargaan stan terbaik menjadi bukti bahwa kolaborasi antara industri hulu migas, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata. Tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM yang berkelanjutan. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *