Bukan Sekadar Tangkap Ikan, Bekarang Danau Sebetung Jadi Pesta Rakyat PALI

 Bukan Sekadar Tangkap Ikan, Bekarang Danau Sebetung Jadi Pesta Rakyat PALI

PALI, KORANPLUS.COM – Danau Sebetung di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak dipadati ribuan warga, Minggu (9/8/2026). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah PALI dan sekitarnya berbondong-bondong mengikuti tradisi Bekarang Danau Sebetung, sebuah warisan budaya yang masih dipertahankan secara turun-temurun.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI bersama Pemerintah Desa Mangku Negara dan Mangku Negara Timur itu dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Warga tampak antusias membawa peralatan tangkap tradisional seperti tangguk, sekap ikan, dan tangkul untuk menangkap ikan di kawasan danau.

Tradisi tersebut dibuka gratis dan terbuka untuk umum, sehingga suasana Danau Sebetung sejak pagi berubah menjadi pesta rakyat yang penuh keceriaan. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize yang semakin menambah semangat warga mengikuti kegiatan.

Meski berlangsung meriah, Bekarang Danau Sebetung tidak hanya menjadi ajang menangkap ikan. Tradisi ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Warga diimbau tidak menggunakan setrum maupun alat tangkap yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu keberlangsungan ikan di Danau Sebetung.

Bupati PALI Asgianto, ST, mengatakan Bekarang Danau Sebetung merupakan bagian dari pesta rakyat dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan penting, yakni mempertahankan budaya lokal sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

“Bekarang ini bukan hanya tentang menangkap ikan, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi, mempererat silaturahmi dan bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan sampai karena ingin mendapatkan ikan, kita justru merusak sumber daya yang ada,” ujar Asgianto.

Ia berharap tradisi Bekarang Danau Sebetung dapat terus dilaksanakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, selain menjadi identitas budaya masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *