Netflix Siap Bayar Cash Penuh untuk Akuisisi Warner Bros
Discovery dalam ilustrasi merger Foto: Awful Announcing
KORANPLUS.COM – Netflix Inc. tengah menyiapkan revisi terhadap penawaran akuisisi bisnis streaming dan studio Warner Bros seperti dikutip dari Variety pada Selasa (13/1). Netflix menyusun tawaran tunai penuh (all-in) untuk mempercepat proses dan memberi daya tarik lebih bagi pemegang saham.
Awalnya, kesepakatan yang diumumkan pada Desember 2025 akuisisi itu memiliki nilai perusahaan US$82,7 mliar (Rp1.298,4 triliun) mencakup kombinasi tunai dan saham, dengan nilai sekitar US$27,75 per saham untuk unit film, TV, dan streaming Warner Bros yang akan diambil alih oleh Netflix. Di bawah struktur ini, pemegang saham WBD akan menerima sebagian pembayaran tunai dan sebagian dalam bentuk saham Netflix.
Namun belakangan, Netflix dilaporkan sedang mempertimbangkan mengubah struktur tersebut menjadi tawaran all-cash, yang artinya Netflix akan menawarkan pembayaran seluruhnya dalam bentuk uang tunai tanpa komponen saham. Sumber yang mengetahui pembicaraan ini mengatakan perubahan ini bisa membuat kesepakatan lebih menarik dan membantu menyederhanakan proses persetujuan yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan.
Langkah ini terjadi di tengah persaingan sengit dari calon penawar lain, terutama Paramount Skydance, yang juga melayangkan penawaran all-cash untuk seluruh perusahaan Warner Bros., termasuk aset kabelnya, dengan nilai sekitar US$108,4 miliar lebih tinggi dari tawaran awal Netflix.
Perubahan tawaran Netflix ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian akuisisi serta menghadapi kekhawatiran investor yang khawatir atas volatilitas saham Netflix jika tawaran masih mengandalkan komponen saham. Saham Netflix sendiri sempat turun sejak pengumuman awal kesepakatan, sehingga revisi tawaran menjadi all-cash dapat memberi kepastian nilai yang lebih kuat bagi pemegang saham Warner Bros. Discovery.
Walaupun detail waktu dan nilai pasti tawaran tunai baru belum diumumkan secara resmi oleh kedua pihak, langkah ini mencerminkan pergeseran strategi besar dalam upaya Netflix untuk mengakuisisi salah satu perpustakaan konten dan studio paling ikonik di Hollywood.