Rusia Tidak Mau Jadi Peran Antagonis Lagi di Game! Kini Bikin FPS Baru dengan Cerita Patriotik!

 Rusia Tidak Mau Jadi Peran Antagonis Lagi di Game! Kini Bikin FPS Baru dengan Cerita Patriotik!

KORANPLUS.COM – Rusia kini dikabarkan serius mempersiapkan proyek pembuatan game penembak militer skala besar yang mirip dengan franchise Call of Duty, sebuah serial yang sudah lama mendominasi genre tersebut. Pemerintah Federal sedang mempertimbangkan dukungan dana sebesar 10 miliar rubel (sekitar $128 juta atau lebih dari Rp1,8 triliun) untuk para pengembang yang bersedia menggarap proyek ini pada awal 2026.

Inisiatif ini muncul setelah sejumlah figur politik di Rusia menyuarakan kritik terhadap seri Call of Duty karena mereka merasa negara tersebut sering digambarkan sebagai antagonis atau musuh dalam narasi permainan. Menurut laporan, kritik ini juga memicu dorongan untuk menciptakan konten game yang menampilkan perspektif berbeda, di mana pemain Rusia mungkin tidak akan selalu menjadi pihak yang diserang.

Dikutip dari kotak game Berikut adalah beberapa poin rencana pengembangan game tersebut:

  • Protagonis Rusia
    Pemain akan berperan sebagai anggota militer atau intelijen Rusia, bukan lagi sebagai karakter dari kubu Barat.
  • Musuh dari Negara “Tak Bersahabat”
    Target dalam game disebut berasal dari negara-negara seperti Ukraina, Amerika Serikat, Inggris, hingga Prancis.
  • Anggaran Fantastis
    Pengembangan game ini diperkirakan menelan biaya hingga 10 miliar rubel atau sekitar Rp2 triliun.

Dukungan Pemerintah Rusia

Kementerian Pengembangan Digital Rusia disebut menyambut baik ide tersebut dan menawarkan sejumlah insentif untuk pengembang lokal, di antaranya:

  • Pemotongan Pajak
    Tarif pajak penghasilan perusahaan diturunkan hingga sekitar 5%.
  • Keringanan Asuransi
    Pengurangan tarif premi asuransi bagi karyawan perusahaan IT.
  • Pembebasan PPN
    Insentif fiskal tambahan untuk proyek-proyek strategis tertentu.

Rencana ini bukan cuma ambisi kreatif biasa. Selain anggaran jumbo, pemerintah Rusia dikabarkan siap menggelontorkan dukungan fiskal serius mulai dari pengurangan pajak, subsidi asuransi, sampai pembebasan PPN untuk studio yang benar-benar mau menggarap proyek game tandingan tersebut.

Pejabat dari Kementerian Digital Development Rusia disebut menyatakan bahwa setiap proposal yang diajukan untuk mengembangkan game bertema serupa akan ditinjau sesuai mekanisme kompetisi yang ada. Ini juga bagian dari upaya yang lebih luas untuk menguatkan produk game domestik dan mengurangi ketergantungan pada game asing.

Kabar ini disambut beragam oleh komunitas gamer global. Sebagian melihatnya sebagai langkah strategis untuk memperkaya pilihan judul game, sementara yang lain memperkirakan proyek semacam ini akan menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas dan sumber daya dibandingkan dengan standar AAA yang selama ini dipatok Call of Duty.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari studio game besar manapun yang menyatakan telah terlibat dalam pengembangan proyek ini, namun minat pemerintah dan dukungan kebijakan menunjukkan ambisi Rusia dalam industri hiburan digital sedang meningkat tajam.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *