Catat Sejarah, RSUD Sekayu Mulai Layanan Neurointervensi untuk Pasien Stroke

 Catat Sejarah, RSUD Sekayu Mulai Layanan Neurointervensi untuk Pasien Stroke

SEKAYU, KORANPLUS.COM — RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatat tonggak baru dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit tersebut sukses menggelar Proctoring Tindakan Coiling sebagai bagian dari penguatan layanan neurointervensi untuk penanganan stroke, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengampuan Layanan Stroke Kementerian Kesehatan RI, yang mempertemukan tim dokter spesialis neurointervensi RSUD Sekayu dengan tim proktor dari RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Pendampingan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan kompetensi tenaga medis, serta mendorong kemandirian layanan stroke di daerah.

Proctoring merupakan proses pendampingan langsung oleh dokter spesialis pengampu kepada rumah sakit jejaring dalam pelaksanaan tindakan neurointervensi sesuai standar pelayanan. Salah satu tindakan yang dilakukan yakni coiling, prosedur minimal invasif menggunakan kateter untuk menangani kelainan pembuluh darah otak.

Dengan metode tersebut, tindakan dapat dilakukan secara lebih terarah dan presisi tanpa operasi terbuka pada otak.

Kegiatan diawali dengan pembukaan secara hybrid yang dihadiri Direktur Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Direktur Utama RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dr. Siti Khalimah, Sp.KJ., MARS, jajaran Kementerian Kesehatan RI, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD Sekayu.

Plt Direktur RSUD Sekayu, Ucu Arunsang, S.KM., M.Kes, mengatakan penanganan stroke membutuhkan kecepatan dan ketepatan, terutama sejak pasien pertama kali mendapatkan pertolongan medis.

“Kami telah membangun jejaring Code Stroke Muba yang melibatkan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Musi Banyuasin. Dengan dukungan fasilitas Cathlab Neurointervensi serta peningkatan kompetensi SDM, masyarakat kini memiliki peluang mendapatkan layanan stroke yang lebih cepat dan optimal,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan layanan neurointervensi di RSUD Sekayu tidak hanya berkaitan dengan penambahan fasilitas kesehatan, tetapi juga penguatan sumber daya manusia agar mampu memberikan pelayanan sesuai standar.

Ia menyebut kegiatan proctoring menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi layanan kesehatan di RSUD Sekayu.

“Lebih dari sekadar pendampingan tindakan medis, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, sehingga layanan neurointervensi dapat diselenggarakan secara mandiri, aman, dan berkualitas,” katanya.

Dengan penguatan layanan tersebut, RSUD Sekayu diharapkan mampu menjadi salah satu pusat rujukan layanan stroke di wilayah Musi Banyuasin dan turut memperluas akses masyarakat Sumbagsel terhadap layanan neurointervensi. (ril)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *