Dari Kampus Unsri, Wawako Prabumulih Dorong Pemerintahan Desa Lebih Berkualitas

 Dari Kampus Unsri, Wawako Prabumulih Dorong Pemerintahan Desa Lebih Berkualitas

PALEMBANG, KORANPLUS.COM – Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., menghadiri kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) dalam rangka Pelaksanaan Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026, yang digelar di Universitas Sriwijaya (Unsri) Kampus Bukit Besar, Palembang, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bidang terkait, bersama jajaran pemerintah daerah dan undangan lainnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa tersebut mengangkat agenda peningkatan kapasitas dan penguatan kompetensi aparatur pemerintahan desa.

Melalui program ini, para aparatur desa mendapatkan pembekalan pengetahuan, wawasan, serta pengembangan inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pemerintahan desa yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Melalui program Kepala Desa Masuk Kampus ini, kita berharap para aparatur pemerintahan desa dapat meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kompetensinya dalam mengelola pemerintahan desa. Tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang profesional, inovatif, serta mampu menghadirkan terobosan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Franky juga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara nyata di wilayah masing-masing.

“Desa harus mampu menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki, baik dari sektor ekonomi, sumber daya manusia, maupun potensi lokal lainnya. Dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovasi yang berkelanjutan, kita ingin pembangunan desa benar-benar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Ia menegaskan, penguatan kompetensi aparatur pemerintahan desa harus menjadi perhatian bersama agar desa semakin mandiri, maju, dan memiliki daya saing.

Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026 sendiri bertujuan mendorong terwujudnya pemerintahan desa yang profesional, mandiri, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu mengoptimalkan potensi desa serta menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Wawako Franky Nasril turut didampingi jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Prabumulih.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *