Detik-Detik Terakhir Sang Pemimpin Tertinggi: Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei

 Detik-Detik Terakhir Sang Pemimpin Tertinggi: Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei

KORANPLUS.COM – Pemerintah Iran akhirnya mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, telah wafat. Kabar ini muncul melalui pesan yang diunggah di akun media sosial resminya, menandai perkembangan dramatis pasca-serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang sarat dengan nuansa religius, akun tersebut menuliskan: “Atas nama Haidar (Imam Ali) yang mulia, saw. Tanpanya tidak ada langit maupun bumi. Tanpanya tidak ada cinta seperti Zaynab.”

Unggahan di platform X ini dianggap sebagai sinyal pengakuan dari internal kepemimpinan Iran setelah sebelumnya sempat membantah laporan tewasnya Khamenei.

Klaim Tegas dari Donald Trump

Konfirmasi ini menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa Khamenei telah tewas akibat serangan tersebut.

Sebelumnya, saat berbicara kepada NBC News, Trump sempat menahan diri untuk tidak memberikan konfirmasi langsung. Namun, ia kemudian menyatakan, “Rumor dan kabar yang beredar menyebutkan bahwa dia telah terbunuh,” sembari menambahkan bahwa ia percaya laporan tersebut adalah “cerita yang benar.”

Hanya beberapa menit setelah Gedung Putih menutup akses pers untuk hari itu, Trump meningkatkan intensitas pernyataannya melalui unggahan media sosial: “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas,” tulisnya.

Ia juga mendeskripsikan kematian tersebut sebagai bentuk “keadilan” bagi para korban di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Saluran televisi Iran International juga turut mengonfirmasi berita kematian tersebut. Khamenei, yang telah memimpin Iran sejak 1989, merupakan tokoh sentral dalam sistem politik dan agama negara tersebut.

Kematiannya diprediksi akan membawa implikasi signifikan bagi kepemimpinan Iran dan stabilitas Timur Tengah secara luas.

Akses Pers Ditutup Ketat

Di sisi lain, Gedung Putih pada hari Sabtu secara mengejutkan menutup akses publik dan wartawan terhadap Presiden Donald Trump setelah beberapa kali penundaan.

Keputusan ini menghilangkan kesempatan bagi koresponden Gedung Putih untuk bertanya langsung mengenai detail serangan AS ke Iran. Hal ini meninggalkan tanda tanya besar di kalangan media, mengingat Trump belum dapat ditemui secara langsung sejak pernyataan video dini hari sebelumnya.

Hingga saat ini, dunia terus memantau situasi di Teheran untuk melihat siapa yang akan mengisi kekosongan kekuasaan setelah kepergian sang Pemimpin Tertinggi.***

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *