Kronologi Penggerebekan Dugaan Markas Judol di Rumah Dinas TNI Cijantung

 Kronologi Penggerebekan Dugaan Markas Judol di Rumah Dinas TNI Cijantung

Sebagian terduga operator judi online setelah penggerebekan di rumah dinas TNI Cijantung. (Instagram/badanperwakilannetizen2)

KORANPLUS.COM — Sebuah rumah dinas milik TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, digerebek pihak kepolisian pada Minggu (4/10) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan warga terkait aktivitas mencurigakan yang menduga bangunan tersebut dijadikan tempat operasional judi online.

Aparat yang mendatangi lokasi di Jalan Sederhana 7 berhasil mengamankan 11 orang warga sipil, terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan.

Selain itu, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer PC, 14 unit telepon seluler, serta sembilan lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP). Seluruh terduga pelaku kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi bahwa seluruh pihak yang ditangkap di lokasi merupakan warga sipil.

Kasus ini menyedot perhatian publik lantaran hunian tersebut diduga merupakan rumah dinas milik seorang perwira aktif TNI AD yang disewakan kepada pihak luar sebelum akhirnya difungsikan sebagai markas operasional judi online.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen institusinya untuk menindak tegas setiap pelanggaran. Ia memastikan jajaran TNI AD akan bergerak cepat apabila ditemukan keterlibatan atau pemanfaatan fasilitas dinas oleh anggotanya.

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah,” tegas Maruli saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10).

Hingga saat ini, pihak TNI AD masih terus melakukan pendalaman internal guna memastikan apakah ada keterlibatan personel TNI dalam penyediaan fasilitas maupun jaringan aktivitas judi online tersebut.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *