Kurangnya Pengawasan Rehabilitasi Ruang kelas abaikan K3
Sukabumi, Koranplus.com | Penerapan Manajemen Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Pelaksanaan Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas SDN parungkuda 1 kecamatan parungkuda, (08/06/2026).
Rehabilitasi Ruang kelas sebanyak dua Ruang kelas di Desa parungkuda kecamatan parungkuda Kabupaten sukabumi.
Lemahnya Pemerintah ( dinas terkait ) dalam pengawasan tidak tegasnya dari pihak Dinas Pendidikan terkait para pekerja proyek rehabilitas dan pembangunan ruang kelas di sdn parungkuda 1 mengabaikan K3
Diketahui berdasarkan pantauan awak Media di lapangan, proyek yang dikerjakan CV. Bintang mas, Rehabilitasi ruang Kelas SDN parungkuda 1 dengan nilai Kontrak Rp. 1840000000 sumber Dana (APBD) 2026 anggaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi tahun 2026 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebagaimana diketahui peraturan utama dalam pelaksanaan aktivitas konstruksi kalau tidak dilaksanakan maka konsekuensinya kontraktornya akan didenda, karena tidak menjalankan salah satu yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dengan mengabaikan prosedur K3 proyek ini patut dipertanyakan diduga ada unsur kesengajaan dengan tidak dibelanjakan APD sebagai bentuk menambah keuntungan pribadi.
Keselamatan pekerja yang seharusnya diutamakan, pengawas proyek harus memberikan teguran karena pelaksanaan proyek mengabaikan, ini telah menjadi contoh yang kurang baik menurut Undang-Undang jasa kontruksi nyata disebutkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja mesti harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pelanggaran terhadap aturan ini bisa dikenakan sangsi, teguran, hingga pencabutan izin usaha, apalagi para pekerja proyek abaikan protokol kesehatan, terlihat pekerja tidak mengunakan alat pelindung diri (APD) semakin kuat dugaan lemahnya dalam pengawasan menurut informasi yang diperoleh awak media, Konsultan pengawas lapangan baik kontraktor pelaksana diduga jarang berada ditempat. Sulitnya menghubungi pihak pelaksana dan kontraktor di lokasi .sampai berita ini di naikan awak media masih belum bisa mengkonfirmasi pelaksana di lapangan.(Red- team)