Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Gelar Aksi Demo !!!
Sukabumi, Koranplus.com | Warga masyarakat menggelar demo untuk menyampaikan aspirasi terkait kerusakan jalan dilingkungan yang dinilai sungguh sangat memprihatikan.
Aksi yang digelar pada, Rabu (17/06/2026) berlokasi Kampung Bangkong Reang RT 03/RW 07 Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Polemik kerusakan jalan ini sudah tentu bukan hal yang pertama kali nya, Kerap kali warga keluhkan ke pemerintah desa (pemdes) setempat guna di lakukan perbaikan.
Sebagaimana diketahui jalan lingkungan kerap di lalui kendaraan bertonase besar, Hingga mengakibatkan kerusakan jalan parah sedangkan sampai saat ini belum adanya pengerjaan perbaikan.
Menyoroti persoalan kerusakan infrastruktur jalan lingkungan desa serta aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan yang lalu lalang setiap hari.
Hamdan Triaji ( Kades Benda) membeberkan keluhan keluhan masyarakat yang berada atau setiap hari mengakses jalan lingkungan tersebut ini sangat serius karena sangat membahayakan bagi kendaraan yang beraktivitas.
Adapun untuk kategori jalan tersebut merupakan jalan lingkungan atau disebut juga jalan desa sebagaimana menjadi tanggung jawab desa untuk pembangunan serta dalam pemeliharaan nya.
“Memang statusnya jalan lingkungan atau jalan desa. Tetapi di wilayah itu ada beberapa perusahaan, dan masyarakat menilai kerusakan jalan salah satunya disebabkan oleh kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas,” dikutip dari SukabumiViral.com.
Dalam hal ini peranan pemdes benda guna meredam ketegangan serta mencari solusi bersama menjadi fasilitator dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan perwakilan beberapa perusahaan yang berada dikawasan itu.
Didalam momen pertemuan guna mencari solusi bersama, Perusaahan diberikan jangka waktu sampai hari Jumat untuk memberikan jawaban serta keterlibatan dalam perbaikan jalan.
“Kami sudah mempertemukan semua pihak. Insya Allah hari Jumat nanti akan ada jawaban dari perusahaan, apakah mereka bersedia atau tidak membantu perbaikan jalan,” katanya.
Aksi warga ini menjadi peringatan bahwa persoalan jalan rusak bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan telah menyangkut aspek keselamatan masyarakat.
Apabila tidak segera ditangani melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, potensi konflik sosial antara warga dan perusahaan dikhawatirkan akan terus meningkat.