Bangkit Setelah Kekalahan dari Crawford, Canelo Alvarez Yakin Masih Menjadi yang Terbaik di atas Ring

 Bangkit Setelah Kekalahan dari Crawford, Canelo Alvarez Yakin Masih Menjadi yang Terbaik di atas Ring

Canelo Alvarez siap buktikan bahwa dirinya belum habis di usia 36. Foto: Instagram/@canelo

KORANPLUS.COM – Pernah dalam posisi teratas dan sangat diunggulkan, Canelo Alvarez kini menyandang status penantang ketika ia berhadapan dengan Christian Mbilli, juara kelas menengah super WBC. Masih punya nama besar, tapi tanpa gelar.

Begitulah pasang surut kehidupan.

Operasi siku yang harus dijalaninya serta kekalahan pahit dari Terence Crawford menempatkan petinju legendaris asal Meksiko ini pada fase yang tampak seperti senja kariernya.

Kendati demikian, ia memasuki fase ini dengan rasa percaya diri dan harapan tinggi terhadap kemampuannya untuk kembali meraih sukses.

Alvarez sempat duduk bersama untuk sesi wawancara khusus dengan DAZN. Salah satu poin awal yang disampaikan petinju berusia 36 tahun tersebut adalah menepis tudingan media yang menyebut bahwa—di tengah kariernya yang panjang dan ikonik—ia masih harus membuktikan sesuatu kepada publik.

Dalam wawancara itu, Canelo mengakui bahwa gaya bertarungnya yang mengandalkan pukulan balasan gagal bekerja saat menghadapi petinju yang jauh lebih cepat. Kelincahan lawan dimanfaatkan untuk masuk ke jarak pukul, mendaratkan pukulan, lalu menghindar sebelum Alvarez sempat menyiapkan balasan.

Canelo Belajar dari Kesalahan

Sedikit lebih dari setahun lalu, Crawford menyajikan pertunjukan tinju kelas tinggi hingga keluar sebagai pemenang lewat keputusan angka mutlak atas Canelo. Salah satu juri, Steve Weisfeld, memberikan skor 116-112. Alvarez tampak seperti petinju yang jauh lebih tua di atas ring, padahal Crawford secara usia justru lebih senior.

Menghadapi petinju dengan pergerakan cepat, Canelo memang selalu menunjukkan keterbatasan kecepatan. Saat bertarung melawan Floyd Mayweather misalnya, meski Alvarez berusia jauh lebih muda, ia tetap kesulitan mengimbangi pergerakan serta kemampuan Mayweather yang lihai keluar-masuk dari jarak tembak.

“Oh, saya belajar hal-hal yang tidak perlu saya lakukan. Jadi, Anda belajar dari segala hal. Saya sudah memetik pelajaran dan selalu terus belajar. Motivasi saya adalah rasa cinta pada olahraga ini,”  katanya.

“Seperti yang saya katakan, saya selalu memecahkan rekor setiap kali harus membuktikan sesuatu. Orang-orang menyebut saya sudah tua dan sebagainya, tetapi mereka akan lihat sendiri nanti,” ujar Canelo.

Sebagai catatan, Mbilli saat ini berusia 31 tahun. Selisih usia tersebut sebenarnya tidak terlampau jauh dengan Canelo yang kini berusia 36.

Canelo Bicara Tentang Warisan Kariernya

Canelo mengantongi rekor mentereng dengan koleksi 10 gelar juara dunia utama, dua gelar dunia sekunder, tiga sabuk The Ring, serta empat kejuaraan regional/internasional. Yang terpenting, ia pernah dua kali menjadi juara dunia tak terbantahkan. Pada titik ini, ia terus bertarung murni karena kecintaannya pada tinju.

“Saya tidak punya hal apa pun untuk dibuktikan kepada siapa pun. Saya hanya mencintai olahraga tinju. Saya tahu masih ada hal yang bisa saya capai. Setiap kali melangkah ke arena, saya memecahkan rekor. Itulah yang membuat saya tetap termotivasi,” tegas Alvarez, dilansir si.com.

Dari segi finansial, ia tetap menjadi salah satu petinju aktif terkaya di dunia saat ini. Situasinya saat ini ibarat Michael Jordan yang menyelesaikan karier basketnya bersama Washington Wizards: bermain demi kecintaan pada permainan, sembari memetik kemenangan di sepanjang jalan.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *