Gelar Juara WBA Miliknya Copot, Rolly Romero Desak Duel Ulang Lawan Teofimo Lopez
Rolando Romero (kanan) menginginkan rematch dengan Teofimo Lopez Jr. Foto X @BoxingNewsED
KORANPLUS.COM – Rolando Rolly Romero langsung menyerukan pertarungan ulang usai kehilangan gelar juara dunia kelas welter WBA dalam duel dengan Teofimo Lopez di Las Vegas, Sabtu (22/8).
Romero kalah angka mayoritas dari Lopez di T-Mobile Arena setelah melewati 12 ronde yang sengit. Tiga juri memberikan penilaian 116-112, 115-113, dan 114-114, yang memastikan sabuk kelas welter WBA berpindah ke tangan Lopez sekaligus menjadikannya juara dunia di tiga kelas berbeda.
Kekalahan ini mengakhiri masa kejayaan Romero, 15 bulan setelah ia merebut sabuk tersebut dari Ryan Garcia. Romero menolak keras keputusan juri dan menegaskan bahwa kondisi wajahnya membuktikan Lopez tidak mendaratkan cukup banyak pukulan telak.
Mantan juara dunia itu pun menegaskan keinginannya untuk segera melakukan rematch.
Rolly Romero Pertanyakan Keputusan Juri
Rolly Romero menilai para juri telah keliru dalam mengambil keputusan. Petinju berusia 30 tahun itu menunjuk kondisi wajahnya seusai laga sebagai bukti untuk mempertanyakan kemenangan Lopez.
“Komentar langsung saya, maksud saya, lihat wajah saya. Saya kena berapa pukulan bersih? Paling cuma dua pukulan telak sepanjang pertarungan?” ujar Romero.
Romero kemudian mempertanyakan apakah tingkat serangan seperti itu sudah cukup bagi Lopez untuk merebut sabuk kelas welter WBA dari tangan sang juara bertahan.
“Jadi, ya, kalau menurut mereka itu sudah cukup untuk mengalahkan sang juara, ya begitulah,” tambahnya.
Hasil ini memberi Teofimo Lopez gelar juara dunia kelas welter WBA sekaligus menghentikan dominasi pertama Romero di kelas tersebut. Bagi Lopez, kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan yang sangat penting setelah ia menelan kekalahan dari Shakur Stevenson pada Januari lalu.
Teofimo Lopez Unggul Secara Statistik
Terlepas dari kekecewaan Rolly, Teofimo Lopez sebenarnya unggul telak dalam statistik pukulan. Catatan statistik CompuBox menunjukkan Lopez berhasil mendaratkan 124 pukulan, sementara Romero hanya mampu memasukkan 73 pukulan.
Lopez juga mencatatkan rekor pribadi dengan mendaratkan 62 jab sepanjang laga—jumlah terbanyak dalam kariernya. Jab tersebut terbukti efektif membantunya mengatur jarak serta meredam gelombang serangan Romero di sebagian besar ronde.
Momentum terbaik Romero terjadi pada ronde kelima. Pukulan hook kirinya berhasil membuka luka robek di wajah Lopez, disusul straight kanan yang sempat membuat Lopez goyah. Namun, Teofimo Lopez mampu memulihkan diri dengan cepat dan kembali mengambil kendali permainan di ronde-ronde berikutnya.
Rolly Romero terlihat kesulitan mempertahankan tekanan pada ronde-ronde akhir. Lopez dengan cermat terus bermain di balik pukulan jab dan menjaga jarak hingga akhirnya mengamankan kemenangan angka mayoritas.
Rolly Romero Tuntut Duel Ulang
Setelah kehilangan sabuk juara dunia kelas welter WBA, Rolly Romero langsung mendesak digelarnya duel ulang melawan Teofimo Lopez.
“Saya sudah mendengarnya berkali-kali. Saya benar-benar berhak mendapatkan rematch, pasti berhak,” tegas Romero.
Kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Romero sejak ia merebut gelar juara kelas welter WBA saat menumbangkan Ryan Garcia 15 bulan lalu. Takhta juaranya harus berakhir di laga pertahanan gelar pertamanya melawan Teofimo Lopez.
Meski tak puas dengan keputusan juri, Romero tetap memberikan apresiasi atas pencapaian sang rival.
“Tapi ya, bagaimanapun, selamat untuk Teofimo,” pungkasnya.
Hingga saat ini, kepastian mengenai duel ulang belum dikonfirmasi oleh kedua pihak. Untuk sementara, Rolly Romero harus menunggu kesempatan lain untuk merebut kembali sabuk WBA miliknya, sementara Teofimo Lopez meninggalkan Las Vegas dengan status baru sebagai juara dunia di tiga kelas berbeda.***