Hantaman Terakhir The Hitman, Petinju AS yang Pernah Kalah dari Syamsul Anwar, Kini Berjuang Melawan Demensia dan Kebangkrutan

 Hantaman Terakhir The Hitman, Petinju AS yang Pernah Kalah dari Syamsul Anwar, Kini Berjuang Melawan Demensia dan Kebangkrutan

Thomas Hearns.

KORANPLUS.COM – Thomas ‘The Hitman’ Hearns, salah satu petarung paling fenomenal dalam sejarah tinju dan pria pertama yang memenangkan gelar juara dunia di lima kelas berbeda, telah ditempatkan di bawah perwalian dan pengawasan putra sulungnya, Ronald Hearns, menyusul perselisihan keluarga yang sengit di pengadilan Oakland County, Michigan.

Putusan yang dijatuhkan pada hari Rabu oleh Hakim Pro Tempore, Daniel A. O’Brien, memberikan otoritas penuh kepada Ronald atas perawatan medis dan urusan keuangan Tommy.

Keputusan ini mengakhiri proses hukum selama berpekan-pekan yang diwarnai dugaan eksploitasi keuangan, dugaan penculikan, dan penyelidikan Layanan Pelindung Orang Dewasa (APS) terhadap anggota keluarga Hearns, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh tim investigasi WXYZ-TV.

Legenda dalam Krisis

Di usia 67 tahun, Tommy Hearns yang dikancah amatir pernah dikalahkan petinju Indonesia di Piala Presiden, sangat jauh dari sosok petarung yang meneror kelas welter dan menengah sepanjang tahun 1980-an.

Dalam persidangan, disebutkan diagnosis demensia—sebuah realitas yang sudah terlalu sering terjadi di dunia olahraga kontak fisik. Hearns juga menjalani operasi penggantian pinggul tahun lalu, di mana WBC sempat mendoakan kesembuhannya saat itu.

Kondisi keuangannya pun merosot tajam. Hearns, yang dilaporkan berpenghasilan sekitar $40 juta sepanjang kariernya dari akhir 1970-an hingga 2006, telah berjuang selama bertahun-tahun.

Pada 2010, ia terpaksa melelang barang-barang pribadi dan memorabilianya, termasuk mobil Chevy 1957, untuk melunasi utang pajak hampir $450.000. Baru-baru ini, rumahnya disita karena tunggakan pajak. Ia kini tinggal bersama Ronald.

Darurat Februari

Jalan menuju putusan Rabu dimulai dengan sidang perwalian darurat pada 23 Februari, di mana suasana berubah drastis. Pejabat APS memberi tahu Hakim O’Brien bahwa mereka sedang menyelidiki apakah Hearns telah menjadi korban eksploitasi keuangan dan kemungkinan penculikan oleh kerabatnya.

Saat diinterogasi di pengadilan, putri Hearns, Natasha Barnes, menolak mengungkapkan lokasi ayahnya.

“Saya memerintahkan Anda untuk memberi tahu saya di mana Thomas Hearns berada,” kata Hakim O’Brien dari kursinya.

Barnes meminta bantuan hukum sebelum menjawab. Hakim memperingatkankannya bahwa ia bisa dianggap menghina pengadilan.

Hearns tidak ditemukan di alamat yang akhirnya diberikan oleh ibu Barnes, dan kemudian diserahkan kepada anggota keluarga lainnya di kantor polisi Distrik ke-12 Detroit.

Pengadilan juga mendengar kesaksian tentang penggalangan dana GoFundMe yang dibuat oleh saudara perempuan Hearns, Louise, serta unggahan Facebook yang mencari peluang promosi atas nama Tommy.

Pengacara Michael Dean mengatakan kepada hakim bahwa kesannya adalah kerabat-kerabat tersebut menggunakan Hearns sebagai “kendaraan komersial”. Louise tidak hadir di pengadilan.

Keluarga Bersatu — Untuk Saat Ini

Pada Rabu pagi, semua pihak keluarga setuju untuk membiarkan Ronald Hearns menjabat sebagai wali tunggal. Menurut FOX 2 Detroit, resolusi ini tercapai setelah Hakim O’Brien membawa semua pihak ke ruangannya untuk menyelesaikan masalah, yang juga mencakup masalah pajak dan kebangkrutan.

Pengacara Wolf Mueller, yang mewakili Ronald, menyatakan perannya sangat jelas.

“Tugas saya adalah memastikan tidak ada yang mengambil keuntungan darinya dan dia diperlakukan dengan martabat serta rasa hormat yang sangat layak dia dapatkan,” kata Mueller.

Ronald, yang juga mantan petinju profesional, berbicara dengan nada emosional.

“Teruslah berdoa untuk ayah dan keluarga kami. Tujuan utama saya adalah memastikan dia menikmati hidupnya dan tidak ada orang lain yang bisa menyakitinya dengan cara apa pun, baik secara finansial, fisik, maupun mental.”

Suara Tommy

Dalam wawancara eksklusif dengan WXYZ-TV, Hearns sendiri mencoba menenangkan publik.

“Saya baik-baik saja. Saya ingin dunia tahu bahwa saya baik-baik saja. Saya merasa sehat,” katanya. “Saya hanya ingin semuanya tenang dan berjalan lancar.”

Ditanya tentang dukungan publik yang luar biasa, Hearns merasa terharu.

“Mengetahui bahwa Anda dicintai dan dipikirkan adalah perasaan yang menyenangkan. Ketika orang benar-benar peduli dan mencintai Anda—itu perasaan yang luar biasa bagi saya.”

Apa Selanjutnya?

Pengacara Mike Smith, yang mewakili putra lainnya, Tommy Hearns Jr., menyarankan bahwa resolusi ini membuka pintu bagi Hearns untuk menghasilkan uang melalui usaha di luar ring—seperti penampilan publik dan peluang lisensi yang kini dikelola melalui jalur hukum yang tepat.

Namun, belum dipastikan apakah jadwal kehadirannya di Box Fan Expo Las Vegas pada Mei mendatang akan tetap berjalan.

Gambaran Besar

Situasi Hearns sayangnya bukanlah hal baru. Dunia tinju memiliki sejarah panjang dan menyakitkan tentang para juara yang menghasilkan jutaan dolar hanya untuk berakhir bangkrut atau dieksploitasi di masa tua mereka.

Dari Joe Louis hingga Leon Spinks, polanya terus berulang. Yang membuat kasus Hearns sangat mencolok adalah dugaan keterlibatan anggota keluarga—orang-orang yang seharusnya berada di sudut petarung saat lampu ring mulai padam.

Warisan Hearns di atas ring tidak perlu diperdebatkan. Ia adalah salah satu dari “Four Kings” yang mendefinisikan sebuah era. Namun, melihat pria sekaliber dia kehilangan rumah dan membutuhkan pengadilan untuk mengelola urusannya adalah kenyataan pahit bagi siapa pun yang mengingat masa jaya “The Hitman”.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *