Mikaelian Tantang Opetaia di Laga Tambahan Garcia vs. Conor, Duel Mikaelian vs Benavidez Bisa Berantakan
Dari kanan: David Benavidez, Jai Opetaia, dan Noel Mikaelian.
KORANPLUS.COM – Zuffa Boxing secara resmi mengumumkan laga panas di kelas penjelajah yang mempertemukan juara WBC, Noel Mikaelian, dengan Jai Opetaia pada 12 September mendatang. Pertarungan bertensi tinggi ini akan menjadi partai pendukung utama untuk duel sengit perebutan gelar juara kelas welter WBC antara Ryan Garcia melawan Conor di T-Mobile Arena, Las Vegas, serta disiarkan secara langsung melalui Paramount+ dan DAZN.
Meskipun belum ada kepastian apakah sabuk WBC milik Mikaelian akan dipertaruhkan dalam laga ini, hasil akhir pertarungan tetap sangat krusial. Pemenang dari duel Opetaia vs. Mikaelian dipastikan akan mengukuhkan posisinya sebagai petinju terbaik dunia di kelas penjelajah, bersanding dengan pemegang gelar juara WBO dan WBA, David Benavidez.
Tanda Tanya Rencana Duel Unifikasi Mikaelian vs. Benavidez
Pengumuman resmi laga 12 September ini secara langsung memicu tanda tanya besar terkait rencana pertarungan antara Noel Mikaelian dan David Benavidez yang sebelumnya dikabarkan bakal digelar pada November 2026. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak promotor mengenai kelanjutan nasib duel tersebut.
Padahal seperti diberitakan sebelumnya, negosiasi antara sang pemegang gelar WBA dan WBO, David ‘The Monster’ Benavidez (32-0, 26 KO), dengan petinju tangguh asal Armenia, Noel Mikaelian (28-3, 12 KO), dilaporkan menunjukkan kemajuan sangat positif untuk memfinalisasi laga unifikasi (penyatuan gelar).
Peta Kekuatan Kelas Penjelajah
Benavidez sendiri saat ini masih menggenggam status mentereng. Selain memegang sabuk kelas berat ringan WBC dan juara interim WBA di kelas yang sama, langkah naiknya ke kelas penjelajah terbukti sukses besar setelah ia berhasil merebut gelar WBA dan WBO usai menumbangkan Gilberto Ramirez.
Di sisi lain, Mikaelian sebagai pemegang sabuk WBC tetap menjadi salah satu sosok paling disegani, berpengalaman, dan mapan di divisi 200 pon ini. Keputusannya untuk terlebih dahulu meladeni Jai Opetaia jelas mengubah peta persaingan kelas penjelajah secara signifikan.***