Nekat Naik Kelas, Tim Tszyu Incar Gelar Kelas Menengah WBA Milik Veteran Erislandy Lara
Tim Tszyu (kiri) ketika kalahkan Errol Spence Jr. Foto: X @premierboxing
KORANPLUS.COM — No Limit, badan kepromotoran yang berbasis di Australia, secara resmi mengumumkan bahwa Tim Tszyu bakal menantang Erislandy Lara demi memperebutkan gelar juara dunia kelas menengah WBA.
Kabar gembira tersebut disampaikan melalui rilis pers resmi pada Selasa (13/10), meski tanggal pasti dan lokasi pertarungan hingga saat ini belum dikonfirmasi. Kendati demikian, sejumlah laporan mengindikasikan bentrok panas ini kemungkinan besar digelar pada akhir November mendatang.
Tszyu, yang merupakan mantan pemegang sabuk juara kelas menengah yunior WBO, mulai menjajaki persaingan di kelas kelas menengah sejak kekalahan keduanya dari Sebastian Fundora pada 2025.
Sejak saat itu, ia berhasil mengemas tiga kemenangan beruntun, termasuk kemenangan spektakuler atas mantan juara dunia unifikasi kelas menengah yunior, Errol Spence Jr., pada Juli.
Kali ini, Tszyu bakal menguji ketangguhannya melawan Lara, pemegang sabuk juara dunia tertua di kancah tinju profesional saat ini.
Petarung veteran berusia 43 tahun itu memegang rekor tak terkalahkan sejak kalah angka split dari Jarrett Hurd pada 2018. Laga terakhir Lara terjadi pada Desember 2025 usai menang angka mutlak 12 ronde atas Johan Gonzalez—petinju pengganti mendadak untuk juara kelas menengah WBO dan IBF, Janibek Alimkhanuly, yang gagal tes doping akibat zat terlarang meldonium.
Tszyu Siap Seret Lara ke Duel Sengit
“Lara adalah juara yang hebat. Dia petinju yang licin, cerdik, dan secara gaya bertarung sangat sulit dihadapi,” puji Tszyu terhadap calon lawannya.
“Dia pasti ingin mengubah duel ini menjadi permainan catur, tapi saya tidak pernah memilih jalan yang mudah. Saya menginginkan pria pemegang sabuk juara itu, dan saya akan menyeretnya ke dalam pertarungan yang tidak dia inginkan.”
“Di kelas menengah, saya merasa sangat kuat, tajam, dan berbahaya. Kelas menengah adalah divisi saya sekarang, kemenangan atas Spence kemarin cuma hidangan pembuka. Kehadiran Jeff Fenech di sudut saya berarti segalanya.”
“Dia tahu persis apa yang dibutuhkan untuk memenangkan gelar di berbagai kelas, dan dia selalu memberi arahan setiap hari. Liam Paro sudah membuktikannya tahun ini, sekarang giliran saya,” tegas Tszyu.
Promotor Puji Keberanian Tszyu
CEO No Limit sekaligus promotor pertarungan, George Rose, menyadari betul besarnya tantangan yang harus dihadapi Tszyu di atas ring.
“Lara adalah mimpi buruk bagi siapa saja. Dia seorang jenius di atas ring dan telah menghabiskan satu dekade membuat para petinju terbaik dunia terlihat bodoh,” ungkap Rose.
“Banyak nama besar mencari-cari alasan untuk menghindari pertarungan melawan dia. Namun Tim justru menginginkannya dan memanggil namanya secara langsung. Dia mengejar warisan dan inilah saatnya.”***