Pelatih Irak Panggil Bek Persib Bandung Ke Piala Dunia 2026
Kisah Frans Putros, Dari Juara Liga Indonesia Ke Pentas Piala Dunia 2026. Foto: ig @fransputros
KORANPLUS.COM – Timnas Irak telah mengumumkan daftar 26 pemain yang akan berlaga di ajang Piala Dunia 2006. Ada satu nama yang menjadi kejutan, yakni terpilihnya bek yang bermain untuk Persib Bandung, Frans Putros yang turut serta masuk dalam skuat Irak.
Pemain yang baru mengantarkan Persib menjadi juara Liga Super Indonesia 2025/2026 itu, telah dipercaya pelatih Irak, Graham Arnold, sejak babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dan telah mencatatkan sembilan penampilan.
Masuknya Putros dalam skuat Irak, membuka peluang bagi pemain berusia 31 tahun itu untuk mengukir sejarah, sebagai pemain aktif pertama di klub Liga Indonesia yang tampil di putaran final Piala Dunia. Putros pun mengaku sangat bangga dapat kesempatan tampil di ajang sebesar Piala Dunia.
“Tentu sangat bangga, senang rasanya. Sudah 40 tahun kami tidak lolos, terakhir kali tahun 1986 di Meksiko. Momen yang membanggakan bagi saya, bagi seluruh tim, dan bagi seluruh rakyat Irak, dan juga keluarga saya di rumah. Sangat spesial dan sesuatu yang akan saya ingat selamanya,” ujar Putros dikutip dari website ileague.
Selain Putros, pemain asal klub Asia Tenggara yang juga turut dipanggil Graham Arnold, adalah Rebin Sulaka, bek yang saat ini membela klub Thailand, Port FC. Timnas Irak juga diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi Eropa, seperti Zidane Iqbal, gelandang jebolan akademi Manchester United yang kini bermain di Eredivisie Belanda bersama FC Utrecht.
Nama lainnya yang merumput di Eropa adalah Merchas Doski yang membela klub Ceko, Viktoria Plzen, dan striker Ali Al-Hamadi yang bermain di Inggris Bersama klub Ipswich Town. Kombinasi pemain lokal dan diaspora akan menjadi kekuatan utama tim Irak dalam mengarungi Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi momen kembalinya Irak ke ajang paling bergengsi dalam sepak bola, setelah 40 tahun atau terakhir kali pada 1986 silam. Mereka berhasil lolos setelah mengalahkan Bolivia di final play-off interkonfederasi, dengan skor 2-1.
Namun, Perjuangan Irak dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidaklah mudah. Tergabung ke dalam Grup I, lawan yang harus mereka hadapi adalah Prancis, Norwegia, dan Senegal.
“Grup berat, Prancis, Norwegia, Senegal, tidak mudah, saya sangat menantikan menjadi bagian dari Piala Dunia. Tentunya tidak semua pemain bola bisa merasakan ini dalam karier mereka. Ini sangat spesial, bagi saya hal terbesar yang bisa dicapai adalah bermain di Piala Dunia,” pungkas Putros.