Perang Mental Memanas! Fundora Tak Gentar Hadapi Trash Talk Keith Thurman: ‘Itu Cuma Bagus buat TV’
Sebastian Fundora bakal hancurkan Keith Thurman pada 28 Maret.
KORANPLUS.COM – Sebastian Fundora menjalani karier yang cukup unik. Ia pernah dibikin beruntung oleh petinju beranama Keith Thurman. Kini, dia akan membalasnya dengan mengalahkannya.
Sebastian Fundora (23-1-0, 15 KO) akan bertarung dengan Keith Thurman pada 28 Maret di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, untuk mempertahankan gelar kelas welter super WBC.
Laga Fundora vs Thurman awalnya dijadwalkan Oktober tahun lalu. Namun, rencana itu dindurkan ke Maret karena Fundora mengalami cedera tangan saat latihan.
“Kamp pelatihan berjalan baik sejak pulih dari cedera tangan,” kata Fundora dalam siaran persnya, dikutip Boxing Scene.
“Kami tidak pernah berhenti berlatih. Kami hanya memperlambat beberapa hal yang kami lakukan. Kami selalu menemukan cara untuk tetap bekerja, karena ini adalah olahraga sepanjang tahun.”
“Ini bukan musiman. Saya tidak menganggap ini sebagai kamp pelatihan. Ini adalah pekerjaan saya. Ini gaya hidup.”
Dan ternyata, ada hikmah yang bisa diambil dari situasi yang tidak menguntungkan tersebut.
“Memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada satu lawan adalah sebuah berkah,” ujar Fundora. “Kami berharap cedera ini tidak terjadi, tetapi kami akan memanfaatkan waktu ekstra ini.”
“Mengecewakan memang harus menunda pertarungan, tapi hal-hal seperti ini biasa terjadi dalam tinju dan kehidupan. Anda hanya perlu menjalaninya.”
“Tidak bisa menggunakan tangan sebanyak yang saya inginkan adalah sebuah tantangan. Untuk sementara waktu, kami tidak bisa melakukannya. Jadi saya harus mencari cara agar tetap masuk akal.”
Berkah Cedera Thurman
Fundora, 23-1-1 (15 KO), memenangkan dua gelar dunia justru karena cedera yang dialami Thurman sebelumnya.
Ya, Thurman seharusnya menantang Tim Tszyu untuk sabuk WBO pada Maret 2024, dan Fundora seharusnya melawan Serhii Bohachuk di partai tambahan untuk gelar WBC yang kosong.
Ketika Thurman cedera dan mundur, Fundora masuk menggantikan di partai utama, yang saat itu mempertaruhkan kedua sabuk sekaligus. Setelah pertempuran berdarah, Fundora menang lewat keputusan angka split.
Setelah itu, Fundora sempat absen hampir setahun—sambil menunggu pertarungan melawan Errol Spence yang tidak pernah terwujud—dan kembali pada Maret 2025 dengan kemenangan cepat atas Chordale Booker.
Fundora kemudian melepaskan gelar WBO-nya agar bisa menghadapi Tszyu lagi dalam rematch. Fundora mendominasi tanding ulang mereka, dan Tszyu menyerah setelah tujuh ronde.
Thurman, 31-1 (23 KO), adalah mantan juara dunia kelas welter berusia 37 tahun yang sangat tidak aktif dalam beberapa tahun terakhir.
Tercatat Thurman hanya bertarung dua kali sejak kalah dari Manny Pacquiao pada Juli 2019. Thurman menang angka atas Mario Barrios pada Februari 2022 dan mengalahkan Brock Jarvis dengan cepat pada Maret 2025.
“Mengalahkan mantan juara dunia ini akan menjadi pernyataan besar,” kata Fundora yang kini berusia 28 tahun. “Saya masih merasa berada di puncak. Saya rasa kami tidak kehilangan momentum. Kami hanya perlu menjadwal ulang. Kami tidak bersembunyi dari siapa pun. Ini akan mengingatkan semua orang bahwa kami berada di puncak.”
Mengingat betapa sedikitnya aksi Thurman di ring dalam dekade ini, dia terpaksa menggunakan mulutnya untuk membantu menjual pertarungan. Fundora menanggapi taktik itu dengan santai.
“Cemoohan Keith bagus untuk TV – itu saja yang bisa saya katakan,” kata Fundora. “Dia selalu menjadi ‘orang jahat’ saat memasuki pertarungan karena hal itu. Dan dia sering membuktikannya. Tapi kali ini, dia tidak akan bisa membuktikannya.”
“Saya tidak terganggu oleh omongannya. Itu tidak mengganggu saya sedikit pun. Mungkin jika dia tidak seterkenal sekarang, itu bisa membuat saya lengah.”
“Saat saya melangkah ke ring dengan orang-orang ini, saya berharap mereka sangat membenci saya. Saya berharap mereka ingin menyingkirkan saya. Itulah tinju.”
“Kita berada di olahraga yang kompetitif dan kita ingin melakukan hal yang sama satu sama lain. Ini bukan masalah pribadi, tapi kami berdua harus melakukan apa yang harus kami lakukan.”***