PSIM Yogyakarta Resmi Daftarkan Wonderkid Lokal Athaullah Daib di Super League 2026/27
Athaullah Daib bahagia bisa gabung tim senior PSIM Yogyakarta. Foto: i.league
KORANPLUS.COM — Langkah berani ditunjukkan PSIM Yogyakarta dalam menyongsong bergulirnya Super League 2026/27. Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut resmi mempromosikan penjaga gawang belia dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U-16 musim 2025/26, Athaullah Daib, untuk masuk ke dalam skuad senior.
Pemain muda ini mendapatkan kesempatan berharga satu musim penuh untuk berlatih dan berkembang bersama tim utama.
Keputusan mempromosikan kiper berusia 16 tahun tersebut disambut antusias oleh Pelatih Kepala PSIM, Jean Paul van Gastel. Juru taktik asal Belanda yang memiliki rekam jejak panjang dalam membina pemain muda di Akademi Feyenoord Rotterdam itu melihat potensi besar pada diri Daib.
“Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya,” ujar Van Gastel.
Proses pemantauan Daib melibatkan porsi latihan khusus di bawah arahan pelatih kiper PSIM, Mario Capece. Van Gastel menilai penyerapan materi latihan oleh sang pemain sangat memuaskan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa akademi PSIM memiliki pembinaan yang berjalan efektif.
“Hal ini menjadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan cerah di klub ini. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lainnya yang dapat kami promosikan ke tim utama,” tegas Van Gastel.
Bagi Daib, keberhasilan menembus skuad utama Laskar Mataram menjadi kebanggaan tersendiri. Pelajar kelas 11 SMA Negeri 2 Playen kelahiran 9 April 2010 ini mengaku sangat bersyukur usahanya menimba ilmu di akademi membuah hasil manis.
“Pertama-tama, saya mengucapkan Alhamdulillah karena sudah bisa masuk ke dalam tim senior pada usia 16 tahun ini. Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut jadi kenyataan,” ungkap remaja asli Gunungkidul yang mengidolakan Thibaut Courtois tersebut.
Memiliki pengalaman bertanding di Swedia bersama Tim Barati pada 2023 lalu, Daib merasa beruntung bisa menyerap ilmu dan budaya sepak bola Eropa langsung dari tim pelatih PSIM. Kesempatan ini makin melecut motivasinya untuk menembus skuad Tim Nasional Indonesia.
Meski telah didaftarkan untuk memperkuat tim senior PSIM di Super League, Daib menegaskan dirinya siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membela tim kelompok umur EPA.***