Revolusi Muda PSG, Dro Dro Fernández Resmi Pakai Nomor 27, Hansi Flick Murka Sebut Sang Pemain Terpengaruh Orang Dalam

 Revolusi Muda PSG, Dro Dro Fernández Resmi Pakai Nomor 27, Hansi Flick Murka Sebut Sang Pemain Terpengaruh Orang Dalam

KORANPLUS.COM – Paris Saint-Germain telah menyelesaikan perekrutan remaja berbakat Barcelona, Dro Fernández, setelah mengaktifkan klausul rilis senilai €8 juta ($9,5 juta) milik pemain tim LaLiga tersebut.

Fernández, yang baru berusia 18 tahun, mengejutkan pihak Barça bulan ini ketika ia mengungkapkan niatnya untuk meninggalkan klub pada Januari demi mencari menit bermain reguler.

“Saya sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan Paris Saint-Germain. Ini momen kebanggaan besar bagi saya dan keluarga saya,” ujar Dro saat presentasinya bersama PSG. “Saya sangat bersemangat dan termotivasi untuk bermain serta memberikan segalanya demi seragam ini,” tambah pemain yang mendapatkan jersey No 27 seperti juga di Barcelona.

Sederet klub top Eropa sebenarnya tertarik untuk merekrut pemain muda ini, namun PSG berhasil memenangkan persaingan. Pelatih klub Prancis tersebut, Luis Enrique, memainkan peran kunci dalam menuntaskan kesepakatan ini.

Sumber mengatakan kepada ESPN bahwa Luis Enrique, yang berbagi agen yang sama dengan Fernández yakni Iván de la Peña, berbicara langsung dengan sang pemain melalui telepon dan meyakinkannya untuk pindah ke Prancis.

Keputusan Fernández ini tidak diterima dengan baik oleh pelatih Barça, Hansi Flick. Soalnya, Flick telah menunjukkan kepercayaan besar pada gelandang serang yang sering dibanding-bandingkan dengan Thiago Alcantara dan Pedri ini.

Flick sempat membawa Fernández—yang bergabung dengan akademi Barça pada usia 14 tahun di tahun 2022—dalam tur pramusim Asia musim panas lalu. Di sana, ia mencetak gol dalam kemenangan atas Daegu FC. Flick juga telah memberinya debut di LaLiga dan Liga Champions musim ini.

Berbicara akhir pekan lalu setelah Fernández menyampaikan keputusannya untuk pergi, Flick mengatakan bahwa ia tidak menginginkan pemain yang tidak berkomitmen 100% dan menyiratkan bahwa “orang-orang di sekitar” pemain tersebut memainkan peran besar dalam mempengaruhinya.

Namun, sumber mengatakan kepada ESPN bahwa Fernández tidak melihat jalur yang jelas menuju tim utama di Barça, terutama dalam formasi 4-2-3-1 milik Flick yang menempatkan Frenkie de Jong dan Pedri sebagai poros tengah.

Dalam sistem Flick, posisi terbaik Fernández adalah sebagai pemain nomor 10, di mana ia harus bersaing dengan Fermín López, Dani Olmo, dan Raphinha yang mendominasi menit bermain. Ia juga bisa bermain melebar, namun ia lebih memilih untuk bermain sebagai nomor 8 di masa depan.

Meski telah tampil sebanyak lima kali di tim utama musim ini, ia hanya bermain selama 148 menit, dengan penampilan terakhirnya sebagai pemain pengganti melawan Atlético Madrid pada 2 Desember.

Sama seperti Flick, pihak klub pun terkejut mengetahui keputusan Fernández. Padahal mereka berharap sang pemain akan menandatangani kontrak baru dengan kenaikan klausul rilis setelah ia menginjak usia 18 tahun.

Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada 12 Januari lalu, di mana rekan setimnya, Raphinha, memberinya kue ulang tahun di pesawat saat perjalanan pulang dari final Piala Super Spanyol di Arab Saudi. Namun, momen itu kini terbukti menjadi kenangan terakhirnya mengenakan warna kebesaran Barça.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *