Teror di Balik Pesta Bola, Kematian Raja Narkoba El Mencho Lumpuhkan Kota-Kota Penyelenggara Piala Dunia

 Teror di Balik Pesta Bola, Kematian Raja Narkoba El Mencho Lumpuhkan Kota-Kota Penyelenggara Piala Dunia

Kematian El Mencho picu kerusuhan di mana-mana di Meksiko,

KORANPLUS.COM – Kematian Nemesio Oseguera Cervantes, alias “El Mencho”, telah melemparkan keraguan serius atas kesiapan keamanan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

Tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tersebut memicu gelombang kekacauan instan di sekitar 20 negara bagian, tepat saat negara ini bersiap menyambut lima juta pengunjung untuk turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Geng-geng bersenjata dilaporkan memblokir jalan raya dengan mobil yang dibakar, terlibat baku tembak sengit dengan pasukan keamanan, bahkan sempat mencoba menguasai Bandara Puerto Vallarta.

Guadalajara, salah satu kota benteng pertahanan CJNG yang dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan kualifikasi antara Jamaika dan Kaledonia Baru akhir bulan ini, kini berada dalam status siaga tinggi.

Intervensi Amerika Serikat dan ‘Doktrin Donroe’

Operasi mematikan terhadap gembong narkoba berusia 59 tahun ini dilakukan oleh pasukan khusus Meksiko dengan dukungan intelijen kuat dari otoritas Amerika Serikat.

Hal ini sejalan dengan kebijakan keras Presiden Donald Trump yang menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing dan menerapkan apa yang ia sebut sebagai ‘Doktrin Donroe’—sebuah kebijakan luar negeri yang agresif di kawasan Amerika.

Trump sendiri dengan cepat mengklaim kemenangan atas operasi ini, menyatakan bahwa pihaknya telah menjatuhkan salah satu gembong kartel paling jahat.

Namun, bagi pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, kemenangan ini terasa pahit karena memicu kekosongan kekuasaan yang diprediksi akan memperparah instabilitas melalui perebutan wilayah antar faksi yang berdarah.

Sistem Hukum yang Rapuh dan Bayang-Bayang Korupsi

Meskipun satu pemimpin besar telah tumbang, para pengamat memperingatkan bahwa tanpa reformasi hukum yang mendalam, struktur kekayaan dan persenjataan CJNG akan tetap utuh.

Berdasarkan data PBB tahun 2022, lebih dari 96% kejahatan di Meksiko tidak terpecahkan, menunjukkan lemahnya penegakan hukum terhadap kartel yang seringkali bekerja sama dengan pejabat korup.

Kini, dengan bayang-bayang 130.000 orang hilang dan peningkatan kasus lenyapnya warga sebesar 200% dalam satu dekade terakhir, Meksiko berpacu dengan waktu.

Pertaruhannya bukan hanya soal kedaulatan, melainkan citra negara di mata internasional saat jutaan mata dunia tertuju pada kick-off Piala Dunia mendatang.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *