Ini Rencana 2 Laga Manny Pacquiao pada Juni dan September, Merajut Rencana Balas Dendam

 Ini Rencana 2 Laga Manny Pacquiao pada Juni dan September, Merajut Rencana Balas Dendam

Manny Pacquiao (kanan).

LAS VEGAS – Pertarungan Manny Pacquiao melawan Ruslan Provodnikov (25-5-0, 18 KO) kemungkinan besar akan diundur ke bulan Juni, tiga bulan sebelum Pacquiao menghadapi musuh bebuyutannya, Floyd Mayweather Jr.

Awalnya, Manny Pacquiao dijadwalkan menghadapi veteran Rusia, Provodnikov, 42 tahun, di Las Vegas pada 18 April. Namun kemudian muncul pengumuman bahwa Pacquiao akan melakoni duel ulang melawan Mayweather yang akan disiarkan di Netflix pada 19 September mendatang.

Pengumuman ini memicu efek berantai pada rencana awal kedua petinju. Laga ekshibisi Mayweather melawan Mike Tyson yang direncanakan pada April kini diragukan. Sebagai gantinya, Mayweather akan menghadapi legenda kickboxing Yunani, Mike Zambidis, pada Juni.

Jurnalis tinju Steve Kim menyarankan agar penyelenggara memindahkan bentrokan Pacquiao-Provodnikov ke bulan yang sama. Penundaan dari April ke Juni ini akan memberi Pacquiao waktu lebih lama untuk bersiap, sekaligus menyelaraskan lini masa bertarungnya dengan Mayweather guna menghilangkan “karat” akibat lama tidak naik ring.

Misi Balas Dendam Pacquiao

Terlepas dari rencana duel dengan Provodnikov, perhatian utama dunia tetap tertuju pada Pacquiao vs Mayweather. Sang legenda tak terkalahkan itu akan mempertaruhkan rekor profesional sempurnanya, 50-0, di arena megah The Sphere, Las Vegas.

Pacquiao, yang kalah dari Mayweather dalam pertemuan pertama mereka pada 2015, kini mengincar pembalasan dendam. Menariknya, petinju kebanggaan Filipina ini bersikeras agar duel ini tercatat sebagai laga resmi dalam rekor profesional mereka, meskipun ada permintaan dari pihak Mayweather untuk menjadikannya laga ekshibisi.

“Kebetulan saya masih aktif di tinju dan dia kembali dari masa pensiun untuk melakukannya lagi, jadi inilah saatnya,” ujar Pacquiao kepada SportsCenter beberapa waktu lalu. “Saya belajar banyak dari pertarungan tahun 2015 itu. Saya pikir kami sudah lebih dewasa dalam menangani tekanan.”

Pacquiao menegaskan bahwa kali ini tidak boleh ada alasan lagi, terutama mengenai kondisi fisiknya.

“Sebelumnya, dia ingin laga ekshibisi melawan saya, tapi saya menolak. Saya tidak ingin bertarung dengan aturan ekshibisi. Saya ingin pertarungan sungguhan, dan inilah yang selama ini saya tunggu-tunggu,” pungkasnya.***

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *