Antara Liam Delap dan Investasi Triliunan, Jalan Terjal Ipswich Town Menuju Status Elite Inggris
Suka cita Ipswich Town kembali ke Premier League. Foto: PA/itv.com
IPSWICH, KORANPLUS.COM — Sembilan bulan penuh keringat dan air mata akhirnya terbayar lunas. Ipswich Town resmi mengamankan tiket promosi dan kembali ke habitat aslinya, Premier League setelah terakhir menang 3-0 atas QPR.
Namun, di balik perayaan meriah di Portman Road, terselip kekhawatiran besar: mampukah The Blues memutus rantai “tim yo-yo” dan bertahan lebih lama di kasta tertinggi?
Kieran McKenna dan pemilik klub kini dihadapkan pada tiga pekerjaan rumah krusial agar tidak mengulangi kesalahan musim-musim sebelumnya. Apa saja?
Investasi Berbasis Pengalaman
Premier League adalah kompetisi yang bisa “memakan” tim mana pun yang tidak siap secara finansial dan mental.
Sebelumnya, Ipswich pernah menggelontorkan £130 juta namun tetap gagal. Tantangannya sekarang adalah menentukan arah kebijakan transfer: apakah tetap memburu pemain terbaik dari Championship sebagai jaring pengaman, atau berani merekrut pemain dengan profil top-flight yang sudah matang dari daratan Eropa?
Perburuan Striker Nomor Sembilan
Gol adalah mata uang utama di liga ini. Nama Liam Delap kembali mencuat sebagai target idaman setelah performa impresifnya musim lalu.
Sementara itu, opsi mempermanenkan Iván Azón dari Como masih menjadi perdebatan, mengingat ketajamannya di kasta kedua belum menjamin ia sanggup mendobrak bek-bek tangguh sekelas Liga Inggris.
Konsistensi di Kandang (Portman Road)
Statistik mencatat Ipswich sering tampil bak “Jekyll dan Hyde”—sangat perkasa di kandang saat di Championship, namun sering melempem saat di Premier League.
Belajar dari Sunderland musim ini, keangkeran stadion sendiri harus dijaga setidaknya sampai paruh musim untuk menjauh dari zona merah.***