Adu Penalti Menegangkan! Bintang 354 FC Raih Juara di Turnamen U-12 HUT PT Samtan Gas ke-18
PRABUMULIH, KORANPLUS.COM — Sorak sorai pecah di Lapangan Ria Jaya. Tangan-tangan kecil terangkat, mata berbinar, dan mimpi besar seolah ikut melambung bersama trofi juara. Di momen penuh emosi itulah, Bintang 354 FC menegaskan diri sebagai yang terbaik dalam turnamen sepak bola U-12 HUT ke-18 PT Perta Samtan Gas, Sabtu (2/5/2026).
Bukan kemenangan biasa. Gelar ini lahir dari pertandingan dramatis—penuh tensi, penuh air mata, dan ditentukan lewat adu penalti yang menegangkan.
Sejak peluit awal, duel Bintang 354 FC kontra Snara FC sudah berlangsung panas. Kedua tim tampil ngotot, saling serang tanpa kompromi.
Gol demi gol tercipta hingga skor bertahan imbang 1-1. Waktu normal tak cukup menentukan pemenang. Adu penalti pun tak terelakkan.
Detik-detik penentuan menjadi momen paling mendebarkan. Satu tendangan terakhir dari Snara FC melenceng tipis di sisi kanan gawang. Seketika, harapan berubah menjadi euforia—Bintang 354 FC resmi juara.
“Adu penalti bukan sekadar keberuntungan, tapi soal mental dan keberanian menghadapi tekanan.”
Tangis haru, pelukan, dan teriakan kemenangan pun mewarnai lapangan. Anak-anak yang tadi berlari kini tersenyum bangga—mereka bukan hanya bermain, tetapi sedang menulis cerita.
Turnamen ini diikuti 10 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Prabumulih. Sejak fase grup hingga semifinal, pertandingan berlangsung ketat dengan format 2×10 menit.
Empat tim terbaik akhirnya melaju ke semifinal:
Bintang 354 FC
G.enka
Persea
Snara FC
Bintang 354 FC melaju ke final setelah menyingkirkan G.enka lewat adu penalti, sementara Snara FC menundukkan Persea.
Bintang 354 FC keluar sebagai juara dan membawa pulang trofi serta uang pembinaan Rp1,5 juta.
Runner-up: Snara FC
Juara III: G.enka
Juara IV: Persea
Sementara itu, panggung individu juga bersinar:
Top skor: Brayen Kenzo (13 gol) – Bintang 354 FC
Pemain terbaik: Eboy Martin – Snara FC
Bagi PT Perta Samtan Gas, turnamen ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi wujud nyata kepedulian terhadap generasi muda.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah membangun karakter, sportivitas, dan mimpi besar anak-anak sejak dini,” ujar Melky Datuela.
Ia menegaskan, perusahaan ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui sektor energi, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak.
“Kami ingin mendukung lahirnya generasi muda berprestasi dari daerah,” tambahnya.
Di pinggir lapangan, para orang tua tak henti memberi dukungan. Tepuk tangan dan teriakan semangat menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain muda.
“Kami bangga melihat anak-anak bermain penuh semangat. Ini pengalaman yang luar biasa bagi mereka,” ujar salah satu orang tua.
Para pelatih pun berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini.
“Turnamen seperti ini penting untuk membentuk mental tanding. Anak-anak butuh jam terbang,” kata salah satu pelatih.
Turnamen ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah awal perjalanan.
Dari lapangan sederhana di Prabumulih, mimpi-mimpi besar mulai ditendang—pelan tapi pasti—menuju masa depan.
“Di lapangan ini, bukan hanya gol yang tercipta, tetapi juga mimpi-mimpi besar yang mulai tumbuh.”
Bintang 354 FC memang juara hari ini. Tapi esok, bisa jadi salah satu dari mereka berdiri di panggung yang lebih besar—mewakili daerah, bahkan bangsa.
Dan semuanya… dimulai dari sini. (ril)