Semangat Perubahan Cak Arlan Sulap Islamic Center Prabumulih Menjadi Ikon Keagamaan dan Pusat Aktivitas Warga
PRABUMULIH, KORANPLUS.COM – Menjelang matahari tenggelam, suasana di kawasan Islamic Center Prabumulih berubah menjadi begitu hidup. Langkah-langkah kaki para pelari terdengar berirama di lintasan. Anak-anak berlarian riang di pelataran. Sejumlah ibu berjalan santai sembari bercengkerama, sementara para ayah duduk menikmati senja bersama keluarga.
Dari kejauhan, kubah megah Masjid Islamic Center berdiri kokoh, memantulkan cahaya keemasan sore hari. Tak lama kemudian, lantunan azan Magrib menggema, memanggil satu per satu warga yang sebelumnya berolahraga untuk melangkah menuju rumah ibadah.
Pemandangan ini nyaris tak terbayangkan beberapa tahun lalu.
Dulu, kawasan Islamic Center Prabumulih memang sudah berdiri megah. Dibangun pada masa kepemimpinan almarhum Wali Kota Prabumulih, H. Rachman Djalili, kompleks ini dirancang sebagai pusat syiar Islam yang representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Nanas.
Namun seiring berjalannya waktu, pemanfaatan kawasan tersebut belum berjalan optimal.
Bangunan yang megah itu sering kali tampak lengang. Aktivitas hanya terlihat pada waktu-waktu tertentu. Di luar kegiatan resmi, suasana cenderung sepi. Ketika malam datang, kawasan yang begitu luas itu seakan tertidur dalam sunyi.
Banyak warga memandang Islamic Center sebagai bangunan monumental yang indah, tetapi belum benar-benar menjadi ruang hidup yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Kini, keadaan itu berubah.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Prabumulih H. Arlan dan Wakil Wali Kota Franky Nasril, kawasan Islamic Center menjelma menjadi salah satu titik paling ramai dan produktif di kota.
Perubahan itu bukan sekadar penataan fisik, melainkan juga perubahan fungsi dan makna. Islamic Center tidak lagi hanya menjadi simbol arsitektur keagamaan, tetapi telah tumbuh menjadi pusat ibadah, olahraga, interaksi sosial, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Visi Menjadikan Kawasan yang Hidup
Wali Kota Prabumulih H. Arlan—yang akrab disapa Cak Arlan—memiliki pandangan sederhana namun kuat: fasilitas publik harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baginya, Islamic Center bukan hanya bangunan megah yang berdiri sebagai penanda kota, tetapi harus menjadi kawasan yang hidup setiap hari.
“Kita ingin Islamic Center ini benar-benar menjadi pusat kegiatan umat. Tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga, berkumpul, dan melakukan kegiatan positif,” ujar Cak Arlan.
Semangat perubahan itu mulai diwujudkan melalui penataan kawasan secara bertahap.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai menempati gedung di sekitar Islamic Center. Kehadiran aparatur pemerintah membuat aktivitas berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Rusunawa yang berada di kawasan tersebut juga semakin aktif. Kehidupan di sekitar kompleks menjadi lebih dinamis. Arus orang yang datang dan pergi membuat kawasan yang dahulu sepi kini terasa selalu bernyawa.
Masjid yang Kembali Menjadi Pusat Umat
Perubahan paling terasa terjadi di Masjid Islamic Center.
Setiap waktu salat, jamaah mulai berdatangan. Suasana masjid yang sebelumnya relatif tenang kini semakin ramai. Tak hanya warga sekitar, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Prabumulih pun menjadikan masjid ini sebagai tempat ibadah rutin.
Saat salat Jumat, halaman parkir dipenuhi kendaraan. Ratusan jamaah memadati ruang utama masjid. Barisan saf tersusun rapat, menghadirkan suasana religius yang khusyuk sekaligus menggembirakan.
Junaidi, salah seorang pengurus masjid, mengaku bersyukur melihat perkembangan tersebut.
“Alhamdulillah sekarang masjid semakin ramai. Salat lima waktu selalu ada jamaah, dan setiap Jumat masjid penuh. Suasana di sini jauh lebih hidup dibanding sebelumnya,” ungkapnya.
Bagi pengurus masjid, keramaian itu bukan sekadar jumlah jamaah, tetapi juga pertanda bahwa fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat kembali berjalan.
Magnet Baru di Sore Hari
Jika pagi hingga siang diwarnai aktivitas perkantoran, maka sore hari menjadi milik masyarakat.
Setelah cuaca mulai teduh, kawasan Islamic Center berubah menjadi arena olahraga terbuka.
Ada yang jogging mengelilingi kompleks. Ada yang berjalan santai. Anak-anak bermain sepeda. Remaja berkumpul sambil berswafoto dengan latar masjid yang megah. Sebagian warga hanya duduk menikmati udara segar.
Bagi banyak orang, Islamic Center kini menjadi alternatif ruang terbuka yang nyaman, aman, dan representatif.
Edo, salah seorang warga Prabumulih, mengaku hampir setiap pekan datang bersama keluarganya.
“Sekarang Islamic Center jadi tempat favorit warga. Sore hari ramai sekali, banyak yang olahraga dan membawa keluarga. Tempatnya nyaman dan suasananya juga bagus,” katanya.
Menurut Edo, suasana religius yang berpadu dengan fasilitas ruang terbuka memberikan pengalaman berbeda dibanding tempat lain.
“Setelah olahraga, kita bisa sekalian salat berjamaah. Jadi manfaatnya lengkap,” ujarnya.
Tumbuhnya Aktivitas Ekonomi Rakyat
Keramaian warga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil.
Di sudut-sudut kawasan, pedagang mulai menjajakan aneka makanan dan minuman. Ada yang menjual es, kopi, camilan, hingga makanan ringan untuk anak-anak.
Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus menciptakan perputaran ekonomi baru.
Bagi para pedagang, Islamic Center kini menjadi tempat yang menjanjikan.
Setiap sore dan akhir pekan, jumlah pengunjung yang terus meningkat membuka peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penataan ruang publik tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Ikon Baru Kebanggaan Kota Nanas
Islamic Center Prabumulih perlahan menegaskan dirinya sebagai salah satu ikon utama kota.
Kubah masjid yang megah, kawasan yang tertata, dan aktivitas masyarakat yang terus tumbuh menjadikan tempat ini bukan sekadar destinasi, tetapi simbol perubahan.
Di sini, nilai-nilai religius berpadu harmonis dengan gaya hidup sehat dan interaksi sosial yang positif.
Anak-anak belajar mengenal masjid sejak dini. Orang tua memiliki ruang untuk berolahraga dan berkumpul. Pedagang memperoleh peluang usaha. Pemerintah pun berhasil menghidupkan aset publik yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Bukti Nyata Semangat Perubahan
Apa yang terjadi di Islamic Center menjadi gambaran nyata dari semangat perubahan yang diusung Cak Arlan dan Franky Nasril.
Perubahan tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Kadang, perubahan justru terasa ketika sebuah tempat yang dulu sepi kini dipenuhi aktivitas, tawa anak-anak, langkah para pelari, dan saf-saf salat yang rapat.
Di tengah geliat masyarakat yang terus berkembang, Islamic Center hadir sebagai ruang yang mempersatukan banyak hal: ibadah, kesehatan, kebersamaan, dan ekonomi.
Ketika senja berganti malam, lampu-lampu kawasan menyala terang. Suara azan kembali menggema. Warga yang tadi berolahraga berjalan menuju masjid.
Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna.
Islamic Center Prabumulih kini bukan lagi bangunan megah yang berdiri dalam kesunyian. Ia telah hidup, tumbuh, dan menjadi denyut baru Kota Prabumulih—ikon kebanggaan masyarakat sekaligus bukti bahwa semangat perubahan benar-benar terasa. (ril)